KABARBURSA.COM – PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) berencana menggelar rights issue dengan nilai maksimal sekitar Rp414 miliar untuk mengakuisisi 61,86 persen saham PT Jungleland Asia. Aksi korporasi ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 31 Maret 2026.
Corporate Secretary Graha Andrasentra Propertindo, Santoso Budi, menyampaikan bahwa perseroan telah menyampaikan keterbukaan informasi terkait penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu sekaligus transaksi material akuisisi Jungleland Asia.
“Perseroan berencana melakukan penambahan modal melalui penerbitan saham baru dengan HMETD untuk mengambil alih 61,86 persen saham PT Jungleland Asia. Dana hasil pelaksanaan rights issue akan digunakan untuk pembelian saham tersebut dan sebagian untuk modal kerja,” ujar Santoso Budi dalam keterbukaan informasi, Jumat, 20 Februari 2026.
Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 8,3 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham dan rasio 270 saham lama berhak atas 99 saham baru. Dengan skema tersebut, potensi dana yang dapat dihimpun mencapai sekitar Rp414 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi 61,86 persen saham PT Jungleland Asia senilai Rp413,9 miliar dari PT Adiprotek Envirodunia. Sisa dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja.
Dalam struktur transaksi, PT Adiprotek Envirodunia akan bertindak sebagai pembeli siaga. Mekanisme pembelian dilakukan melalui inbreng saham PT Jungleland Asia ke dalam JGLE.
Rencana rights issue dan akuisisi ini termasuk dalam kategori transaksi material sesuai ketentuan pasar modal. Persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB menjadi tahapan berikutnya sebelum pelaksanaan aksi korporasi.
Jungleland Asia merupakan pengelola kawasan taman rekreasi Jungleland di Sentul, Bogor. Dengan rencana pengambilalihan mayoritas ini, struktur kepemilikan Jungleland akan berada langsung di bawah kendali JGLE setelah aksi korporasi diselesaikan. (*)