KABARBURSA.COM – Deretan saham top gainers pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026 mencatat kenaikan dua digit. Namun data aliran dana menunjukkan tidak seluruh penguatan tersebut didukung aksi beli investor asing. Sejumlah saham justru menguat di tengah distribusi.
Berdasarkan data yang dihimpun Kabarbursa.com, ZATA memimpin kenaikan dengan lonjakan 34,71 persen ke level 163.
Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp858,4 miliar dengan volume 58,9 juta lot dan frekuensi 205.190 kali. Investor asing mencatat pembelian Rp130,0 miliar dan penjualan Rp83,4 miliar.
Secara neto, ZATA mencatat arus beli bersih asing signifikan. Broker summary memperlihatkan net value Rp64 miliar dengan kategori akumulasi. Top broker juga menunjukkan pola normal hingga small accumulation.
Berbeda dengan ZATA, SKBM naik 24,82 persen ke level 855. Nilai transaksi tercatat Rp4 miliar dengan volume 53,62 ribu lot dan frekuensi 2.574 kali. Namun asing mencatat penjualan Rp366,0 juta, lebih besar dari pembelian Rp267,7 juta.
Meski demikian, data broker summary menunjukkan net value Rp1,8 miliar dengan kategori akumulasi. Top broker tercatat dalam kategori big accumulation dan normal accumulation. Artinya, kenaikan tidak sepenuhnya ditopang arus asing.
AGII juga menguat 24,80 persen ke level 3.120. Nilai transaksi tercatat Rp71 miliar dengan volume 238,67 ribu lot dan frekuensi 11.250 kali. Investor asing mencatat pembelian Rp12,6 miliar dan penjualan Rp11,5 miliar.
Selisih tersebut relatif tipis. Data mencatat net value Rp20,4 miliar dengan kategori small accumulation. Pola ini menunjukkan adanya akumulasi, namun tidak dominan dari satu sisi pelaku pasar.
Sementara itu, TALF naik 24,59 persen ke level 760. Nilai transaksi mencapai Rp2,2 miliar dengan volume 29,82 ribu lot dan frekuensi 1.069 kali. Investor asing mencatat pembelian Rp44 juta dan penjualan Rp73,2 juta.
Data broker summary menempatkan TALF dalam kategori distribusi. Net value tercatat Rp1 miliar dengan status distribution. Top broker menunjukkan pola netral hingga distribusi ringan.
BELL juga mencatat kenaikan 23,08 persen ke level 224. Nilai transaksi mencapai Rp446,7 miliar dengan volume 20,65 juta lot dan frekuensi 120.687 kali. Investor asing mencatat pembelian Rp19,3 miliar dan penjualan Rp17,7 miliar.
Meski masih mencatat selisih positif tipis, data menunjukkan pola distribusi pada kelompok top broker. Top 1 hingga Top 5 tercatat dalam kategori big distribution hingga normal distribution.
Data tersebut menunjukkan bahwa penguatan saham dalam daftar top gainers tidak sepenuhnya sejalan dengan arus masuk dana asing. Sebagian saham didukung akumulasi signifikan, sementara lainnya menguat di tengah tekanan distribusi.
Perbedaan pola ini tercermin dari variasi net buy, net sell, serta kategori akumulasi dan distribusi pada masing-masing saham.
Aktivitas perdagangan menunjukkan dinamika pelaku pasar yang tidak seragam dalam merespons momentum kenaikan harga. (*)