KABARBURSA.COM - Perdagangan Bitcoin hari ini menunjukkan pergerakan positif dengan volatilitas intraday yang terukur. Berdasarkan data terakhir, harga berada di USD67.886,40 atau naik USD630,97 setara 0,94 persen dibanding penutupan sebelumnya di USD67.255,43.
Bitcoin dibuka pada level USD67.255,43, dengan level tertinggi harian tercatat di USD68.294,86 dan terendah di USD66.427,23. Rentang pergerakan intraday mencapai sekitar USD1.867.
Pada awal sesi, harga sempat bergerak turun dari area pembukaan dan menyentuh titik terendah harian di USD66.427,23. Setelah itu terjadi pembalikan arah yang mendorong harga naik secara bertahap hingga mencapai puncak di atas USD68.000.
Setelah menyentuh level tertinggi, harga mengalami koreksi ringan dan bergerak stabil di kisaran USD67.800–USD67.900 hingga saat ini. Pola ini menunjukkan fase pelemahan awal yang diikuti pemulihan dan konsolidasi di atas harga pembukaan.
Dari sisi volume, aktivitas perdagangan tercatat lebih tinggi dibanding rata-rata sebelumnya pada grafik harian, dengan bar volume menunjukkan peningkatan partisipasi saat terjadi kenaikan harga. Lonjakan volume terlihat terutama pada fase pemulihan dari area terendah menuju level tertinggi harian, yang mengindikasikan peningkatan transaksi saat harga bergerak naik.
Secara struktur tren pada grafik harian, harga masih berada dalam fase koreksi menengah setelah penurunan signifikan dari area di atas USD100.000 pada periode sebelumnya. Dalam beberapa pekan terakhir terlihat pembentukan level rendah baru di kisaran USD60.000 sebelum terjadi rebound menuju area USD67.000–USD68.000 saat ini.
Pergerakan hari ini mempertahankan harga di atas level terendah terbaru dan menunjukkan upaya stabilisasi dalam rentang menengah.
Metrik Penahan Pergerakan Harga
Dari sisi metrik risiko, rasio Sharpe jangka pendek Bitcoin tercatat turun hingga -38. Level ini secara historis pernah muncul pada fase dasar siklus utama seperti tahun 2015, 2019, dan akhir 2022.
Rasio Sharpe yang sangat negatif mencerminkan imbal hasil yang sangat rendah dibandingkan volatilitas dalam periode pengamatan, yang biasanya berkorelasi dengan tekanan jual ekstrem dan fase kelelahan di sisi penjual.
Secara historis, zona tersebut bertepatan dengan periode transisi dari tren turun menuju fase pemulihan.
Metrik kedua yang menjadi sorotan adalah Stock-to-Flow Ratio (SFR) yang meningkat dari 127 menjadi 261, mencatatkan level tertinggi sepanjang sejarah. Peningkatan ini menunjukkan rasio kelangkaan yang semakin tinggi karena suplai baru relatif terbatas dibandingkan suplai beredar.
Dalam konteks struktur pasar, kenaikan SFR terjadi bersamaan dengan harga yang terkoreksi, yang mengindikasikan bahwa tekanan suplai baru tidak meningkat secara signifikan meskipun harga mengalami penurunan.
Indikator on-chain lainnya, MVRV Z-Score, turun ke level 0,445 yang merupakan titik terendah sejak 2023. Metrik ini membandingkan nilai pasar dengan nilai realisasi historis aset.
Nilai yang rendah menunjukkan harga pasar berada dekat atau di bawah basis biaya agregat historis pemegang koin. Secara statistik, level tersebut sering muncul pada fase valuasi rendah dalam siklus sebelumnya.
Sementara itu, dari sisi teknikal jangka pendek, Relative Strength Index (RSI) berada di level 32, mendekati zona oversold. RSI pada kisaran tersebut mencerminkan momentum penurunan yang masih dominan namun mendekati area jenuh jual.
Struktur harga jangka pendek menunjukkan potensi pergerakan dalam rentang USD60.000 hingga USD65.000 apabila tekanan jual intraday berlanjut.
Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini memperlihatkan kombinasi antara koreksi harga signifikan dari puncak historis dan munculnya sejumlah indikator yang secara historis berasosiasi dengan fase akhir tren turun.
Di sisi lain, struktur teknikal jangka pendek masih menunjukkan momentum yang lemah dengan volatilitas tinggi. Sentimen pasar tercermin melalui kontras antara tekanan jual jangka pendek dan indikator kelangkaan serta valuasi yang berada di level ekstrem dibandingkan periode sebelumnya.(*)