KABARBURSA.COM – Kinerja PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) sepanjang 2025 menunjukkan pola yang relatif konsisten. Angka tersebut masih dapat bertumbuh besar di 2026 dari rencana pengembangan tambang Pari dan Ratah di Indonesia.
Maybank Sekuritas Indonesia memperkirakan laba AADI pada 2025 stabil, dengan kisaran angka di USD757 juta. Disebutkan Maybank dalam risetnya, AADI memiliki eksposur yang relative langka terhadap bisnis batu bara termal yang terintegrasi secara vertikal.
Perseroan juga memiliki struktur biaya kas kuartal pertamayang tidak terbebani belanja modal energi hijau, yang berpotensi menekan kinerja keuangan.
Kinerja Kuartal III-2025 Melemah
Sementara itu, dari catatan kuartal III 2025, pendapatan AADI sebesar Rp19,80 triliun. Angka ini memang sedikit lebih rendah dibanding kuartal II 2025 yang mencapai Rp20,39 triliun, namun tetap berada di kisaran yang konsisten dengan kuartal-kuartal sebelumnya.
Ini menunjukkan bahwa volume produksi dan realisasi penjualan tidak mengalami guncangan besar. Dalam bisnis batu bara termal, stabilitas pendapatan seperti ini menjadi faktor kunci karena harga jual sangat sensitif terhadap siklus global.
Yang menarik adalah bagaimana perusahaan menjaga margin. Laba kotor pada kuartal III 2025 tercatat Rp4,06 triliun. Meski lebih rendah dibanding kuartal II yang mencapai Rp5,75 triliun, struktur margin tetap terjaga.
Hal ini memperkuat tesis bahwa AADI memiliki struktur biaya yang relatif kompetitif. Dengan total beban pokok penjualan di Rp15,75 triliun, perusahaan masih mampu mempertahankan spread yang sehat antara harga jual dan biaya produksi.
Dari sisi laba usaha, AADI membukukan Rp3,30 triliun pada kuartal III 2025. Ini memang turun dari Rp5,29 triliun di kuartal sebelumnya, namun tetap berada di level yang kuat jika dibandingkan dengan kuartal IV 2024 yang berada di Rp3,75 triliun.
Artinya, perusahaan masih berada dalam rentang profitabilitas yang relatif stabil, bukan tren penurunan struktural.
Laba bersih menjadi indikator yang paling relevan untuk menguji klaim stabilitas. Pada kuartal III 2025, laba bersih AADI tercatat Rp2,84 triliun. Ini lebih rendah dibandingkan Rp4,27 triliun di kuartal II dan Rp3,65 triliun di kuartal I, namun masih lebih tinggi dibanding kuartal IV 2024 yang berada di Rp2,53 triliun.
Pola ini menunjukkan bahwa laba AADI bergerak fluktuatif, tetapi tidak runtuh. Dalam konteks batu bara, fluktuasi seperti ini wajar dan lebih mencerminkan pergerakan harga jual dan waktu pengapalan, bukan penurunan daya saing.
Dari sisi rasio, stabilitas tersebut semakin terlihat. Return on Equity kuartal III 2025 berada di 4,49 persen, turun dari 7,01 persen di kuartal II, namun tetap berada dalam zona yang sehat untuk bisnis komoditas. Return on Assets tercatat 2,55 persen, juga relatif stabil.
Yang penting adalah kemampuan AADI menjaga Interest Coverage Ratio di level 16,55 kali. Ini menandakan bahwa beban bunga bukan menjadi tekanan berarti bagi arus kas perusahaan. Dalam bisnis tambang, ini krusial karena volatilitas harga bisa dengan cepat menggerus kemampuan bayar jika struktur utang tidak disiplin.
EBITDA kuartal III 2025 tercatat Rp3,80 triliun. Meski turun dari Rp5,77 triliun di kuartal II, angka ini tetap menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas operasional yang kuat. Ini relevan dengan tesis Maybank bahwa AADI memiliki struktur biaya kuartil pertama.
Dengan EBITDA yang tetap solid meski laba bersih berfluktuasi, perusahaan masih punya bantalan yang cukup untuk menghadapi siklus harga.
Dari sini, Maybank Sekuritas Indonesia merekomendasikan beli pada saham AADI dengan target harga Rp10.000 per saham.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.