Logo
>

Anjlok, Saham Happy Hapsoro dan Empat Emiten Lain Longsor Kemarin

Lima saham masuk daftar top losers pada perdagangan Jumat, 23 Januari 2026, setelah seluruhnya ditutup turun dua digit.

Ditulis oleh Syahrianto
Anjlok, Saham Happy Hapsoro dan Empat Emiten Lain Longsor Kemarin
Tekanan jual terjadi bersamaan dengan peningkatan nilai transaksi dan frekuensi perdagangan. (Foto: Dok. KabarBursa)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Lima saham tercatat masuk jajaran top losers pada perdagangan Jumat, 23 Januari 2026, setelah masing-masing ditutup turun dua digit. Seluruh saham tersebut menyentuh auto rejection bawah (ARB) di harga penutupan. Tekanan jual terjadi bersamaan dengan peningkatan nilai transaksi dan frekuensi perdagangan.

    Saham PT Pakuan Tbk (UANG) menjadi salah satu saham yang mengalami penurunan terdalam. Saham ini ditutup di level 6.375 atau turun 15,00 persen dari penutupan sebelumnya. Harga tersebut sekaligus menjadi batas ARB pada perdagangan hari itu.

    Nilai transaksi saham milik Happy Hapsoro itu tercatat Rp20,62 miliar dengan volume 31,83 ribu lot. Frekuensi perdagangan mencapai 2.198 kali sepanjang sesi. Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp641,39 juta.

    Pergerakan harga UANG terjadi cepat pada awal sesi. Harga bergerak dari pembukaan 6.650 dan langsung melemah hingga menyentuh ARB di level 6.375. Antrean jual terlihat terkonsentrasi di harga penutupan.

    Tekanan jual juga terjadi pada saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS). Saham ini ditutup turun 14,95 persen ke level 165. Level tersebut merupakan batas ARB pada perdagangan kemarin.

    Nilai transaksi KIOS tercatat Rp6,61 miliar dengan volume 398,08 ribu lot. Frekuensi perdagangan mencapai 2.511 kali selama sesi berlangsung. Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp248,08 juta pada saham ini.

    Harga KIOS bergerak turun sejak awal perdagangan. Saham ini dibuka di level 165 dan langsung terkunci di ARB hingga penutupan. Antrean jual mendominasi di harga 165 sepanjang sesi.

    Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) juga masuk daftar top losers. Saham PTRO ditutup di level 9.175 atau turun 14,85 persen dari penutupan sebelumnya. Harga tersebut tercatat sebagai batas ARB pada perdagangan kemarin.

    Nilai transaksi emiten konglomerat Prajogo Pangestu ini mencapai Rp2,54 triliun dengan volume 2,71 juta lot. Frekuensi perdagangan tercatat sangat tinggi, yakni 95.321 kali. Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp58,69 miliar.

    Pergerakan harga PTRO berlangsung fluktuatif pada sesi pagi. Harga bergerak dari pembukaan 10.225 sebelum melemah dan menyentuh ARB di level 9.175. Antrean jual terlihat menumpuk di harga penutupan.

    Penurunan dua digit juga terjadi pada saham PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP). Saham ini ditutup turun 14,60 persen ke level 585. Harga penutupan tersebut sekaligus menjadi batas ARB.

    Nilai transaksi PUDP tercatat Rp3,20 miliar dengan volume 53,38 ribu lot. Frekuensi perdagangan mencapai 1.618 kali sepanjang sesi. Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp132,61 juta.

    Harga PUDP bergerak menurun sejak awal perdagangan. Saham ini dibuka di level 645 dan melemah hingga terkunci di ARB pada level 585. Antrean jual tercatat dominan di harga penutupan.

    Saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) melengkapi daftar top losers perdagangan kemarin. Saham ZATA ditutup turun 14,52 persen ke level 106. Harga tersebut menjadi batas ARB pada perdagangan Jumat.

    Nilai transaksi ZATA mencapai Rp55,16 miliar dengan volume 5,02 juta lot. Frekuensi perdagangan tercatat 37.626 kali. Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp403,05 juta.

    Pergerakan harga ZATA berlangsung aktif sepanjang sesi. Saham ini dibuka di level 129 sebelum melemah dan menyentuh ARB di level 106. Antrean jual terlihat terkonsentrasi di rentang harga penutupan. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.