KABARBURSA.COM - Performa Bitcoin pada perdagangan Minggu, 25 Januari 2026, masih menghadapi tekanan yang sangat kuat. Harga masih berada di zona merah, dengan sedikit kenaikan dalam denominasi rupiah. Bitcoin tidak dalam fase impulsif, melainkan konsolidasi ketat dengan volatilitas intraday yang aktif.
Dalam denominasi rupiah, Bitcoin diperdagangkan di kisaran Rp1,498 miliar per koin dengan kenaikan sangat tipis sekitar 0,07 persen. Grafik intraday memperlihatkan pergerakan yang relatif sempit, dengan rentang harga berada di antara Rp1,496 miliar hingga Rp1,499 miliar.
Pola garisnya menunjukkan naik-turun pendek yang berulang, tanpa satu dorongan kuat yang mampu mempertahankan harga di area tertinggi harian. Setiap kali mendekati area Rp1,499 miliar, harga cenderung tertahan dan kembali turun.
Ada suplai yang masih aktif di zona tersebut. Namun di sisi bawah, area Rp1,496–1,497 miliar juga terlihat cukup responsif sebagai penahan penurunan, sehingga harga tidak jatuh lebih dalam.
Secara global, Bitcoin saat ini berada di level US$89.083. di sini tekanannya justru terlihat lebih jelas. Harga tercatat melemah sekitar 0,38 persen secara harian.
Secara struktur, grafik dolar ini membentuk rangkaian lower high dan lower low dalam sesi yang sama. Sempat terjadi lonjakan cepat ke area USD89.345, namun kenaikan tersebut tidak bertahan dan langsung diikuti pelemahan tajam hingga mendekati USD89.043.
Ada respons jual yang sangat agresif setiap kali harga mencoba menembus ke atas. Sementara pantulan dari bawah berlangsung lebih lemah dan cenderung bersifat teknikal semata.
Secara struktural, pergerakan Bitcoin hari ini berada dalam fase tarik-menarik yang ketat. Tidak terlihat aliran beli besar yang mampu mengubah arah secara signifikan, tetapi di saat yang sama tekanan jual juga belum cukup kuat untuk memicu penurunan lanjutan yang dalam.
Dalam konteks ini, kenaikan tipis di grafik rupiah lebih banyak mencerminkan stabilisasi, bukan sinyal penguatan baru. Sedangkan pelemahan di grafik dolar menegaskan bahwa sentimen global masih berhati-hati.
Arah gerak harga dalam jangka sangat pendek masih sangat bergantung pada kemampuan Bitcoin keluar dari rentang sempit ini. Selama harga masih bolak-balik di area USD89.000–89.300 atau setara Rp1,496–1,499 miliar, pasar berada dalam mode menunggu.
Dorongan ke atas tanpa volume dan follow-through berisiko kembali dilepas, sementara pelemahan ke bawah masih berpotensi tertahan oleh pembeli jangka pendek yang memanfaatkan area support intraday.
Dengan struktur seperti ini, perdagangan Bitcoin hari ini lebih mencerminkan fase konsolidasi aktif ketimbang awal tren baru. Pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh apakah harga mampu bertahan di atas area bawah konsolidasi atau justru gagal menahan tekanan jual ketika kembali mendekati area atas.(*)