Logo
>

Antrean Jual Mengular di GOTO, Paling Tebal di Harga 50, Ada Apa?

Orderbook GOTO dipenuhi antrean jual hingga puluhan juta lot di tengah tekanan net foreign sell dalam beberapa hari terakhir.

Ditulis oleh Syahrianto
Antrean Jual Mengular di GOTO, Paling Tebal di Harga 50, Ada Apa?
Antrean jual saham GOTO menumpuk di berbagai level harga pada perdagangan 6 Mei 2026. (Foto: Dok. GoTo)

KABARBURSA.COM – Tekanan jual masih membayangi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada penutupan perdagangan Rabu, 6 Mei 2026. Antrean jual terlihat menumpuk di berbagai level harga, terutama di level 50 yang menjadi area penawaran terbesar sepanjang sesi perdagangan.

Berdasarkan data yang dihimpun Kabarbursa.com hingga penutupan perdagangan pukul 16.00 WIB, saham GOTO ditutup stagnan di level 50. Saham ini sempat dibuka di harga 51 dan bergerak dalam rentang sempit antara level 50 hingga 51 sepanjang hari.

Nilai transaksi GOTO tercatat sebesar Rp225,5 miliar dengan volume perdagangan mencapai 4,51 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 41,73 ribu kali dengan rata-rata harga perdagangan berada di level 50.

Meski harga tidak bergerak signifikan, tekanan di sisi penawaran terlihat cukup besar. Data orderbook menunjukkan total antrean jual mencapai 96,85 juta lot dengan frekuensi 17.364 kali.

Antrean jual paling tebal berada di level harga 50 dengan jumlah mencapai 10.256.317 lot. Jumlah tersebut menjadi antrean terbesar dibandingkan level harga lainnya.

Di atas level tersebut, antrean jual juga terlihat padat di harga 51 sebanyak 49.034.048 lot dengan frekuensi 5.207 kali. Sementara di harga 52 terdapat antrean 6.471.041 lot dengan frekuensi 1.327 kali.

Tekanan jual berlanjut di level harga berikutnya. Pada harga 53 terdapat antrean 5.169.827 lot dengan frekuensi 943 kali, sedangkan di level 54 tercatat 3.083.382 lot dengan frekuensi 756 kali.

Di harga 55, antrean jual mencapai 5.315.861 lot dengan frekuensi 958 kali. Sementara pada level 56 terdapat antrean 1.796.502 lot dan di harga 57 tercatat 1.215.032 lot.

Adapun pada level 58 antrean jual mencapai 1.547.908 lot dengan frekuensi 609 kali, lalu di harga 59 sebanyak 1.374.025 lot dengan frekuensi 398 kali.

Antrean juga masih terlihat hingga batas atas perdagangan atau auto reject atas (ARA) di level 67. Pada harga 60 terdapat antrean 1.924.040 lot, di harga 61 sebanyak 1.059.189 lot, harga 62 sebesar 520.418 lot, dan harga 63 mencapai 502.993 lot.

Sementara itu, di level 64 tercatat antrean 725.536 lot, harga 65 sebanyak 4.007.027 lot, harga 66 mencapai 403.164 lot, dan di level 67 terdapat antrean 2.059.820 lot dengan frekuensi 437 kali.

Tekanan Asing Masih Terlihat

Pergerakan saham GOTO dalam beberapa hari terakhir juga masih dibayangi arus keluar dana asing. Pada perdagangan 5 Mei 2026, saham GOTO ditutup turun 1,96 persen ke level 50 dengan nilai transaksi Rp409,21 miliar.

Pada hari tersebut, investor asing membukukan pembelian Rp74,69 miliar dan penjualan Rp115,76 miliar, sehingga tercatat net foreign sell sebesar Rp41,06 miliar.

Tekanan asing bahkan lebih besar pada perdagangan 4 Mei 2026. Saat itu saham GOTO turun 5,56 persen ke level 51 dengan nilai transaksi mencapai Rp1,33 triliun.

Data menunjukkan pembelian asing mencapai Rp121,69 miliar, sedangkan penjualan asing mencapai Rp294,48 miliar. Dengan demikian, net foreign sell pada hari tersebut mencapai Rp172,79 miliar.

Sementara pada perdagangan 30 April 2026, saham GOTO ditutup di level 54 atau turun 1,82 persen. Nilai transaksi tercatat Rp508,11 miliar dengan net foreign sell mencapai Rp119,71 miliar.

Dalam tiga perdagangan terakhir sebelum 6 Mei 2026, tekanan jual asing di saham GOTO tercatat mencapai lebih dari Rp333 miliar. Kondisi tersebut muncul bersamaan dengan pergerakan harga saham yang terus berada di area batas bawah Rp50–51.(*)

TanggalClosePerubahanNilai TransaksiNet Foreign
6 Mei 2026500,00 persenRp225,54 miliar-
5 Mei 202650-1,96 persenRp409,21 miliar-Rp41,06 miliar
4 Mei 202651-5,56 persenRp1,33 triliun-Rp172,79 miliar
30 Apr 202654-1,82 persenRp508,11 miliar-Rp119,71 miliar

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.