Logo
>

Apa Saja yang Disahkan RUPSLB LABS? Ini Catatan Detailnya

Direktur Utama LABS Franciscus Xaverius Yoshua Raintjung, yang memimpin jalannya rapat.

Ditulis oleh Syahrianto
Apa Saja yang Disahkan RUPSLB LABS? Ini Catatan Detailnya
PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) mengesahkan sejumlah keputusan penting dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). (Dok. UBC Medical)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) mengesahkan sejumlah keputusan penting dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 30 Desember 2025. 

    Agenda utama rapat tersebut berkaitan dengan perubahan susunan direksi perseroan.

    Direktur Utama LABS Franciscus Xaverius Yoshua Raintjung, yang memimpin jalannya rapat, menyampaikan bahwa seluruh agenda RUPSLB telah disetujui pemegang saham. 

    “Rapat menyetujui perubahan susunan anggota Direksi Perseroan sebagaimana agenda yang telah ditetapkan,” ujarnya sebagaimana tertuang dalam ringkasan risalah RUPSLB, Jumat, 2 Januari 2026.

    RUPSLB LABS berlangsung di Ruang Renogen, Gedung Etana, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, dan dihadiri oleh pemegang saham atau kuasanya yang mewakili 2.859.435.500 saham, setara 72,39 persen dari total saham dengan hak suara yang sah. 

    Dengan tingkat kehadiran tersebut, rapat dinyatakan memenuhi ketentuan kuorum sesuai Anggaran Dasar Perseroan.

    Dalam rapat tersebut, pemegang saham menerima pengunduran diri Raditia Nurcahya dari jabatannya sebagai Direktur Operasional Perseroan. RUPSLB juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan kinerja yang bersangkutan selama menjabat di LABS.

    Sebagai bagian dari keputusan rapat, pemegang saham menyetujui pengangkatan Dr. Yudha Indrawirawan sebagai Direktur Operasional yang baru. Pengangkatan tersebut berlaku efektif sejak ditutupnya RUPSLB pada 30 Desember 2025.

    Seiring dengan keputusan tersebut, RUPSLB juga menetapkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang berlaku hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2029. Susunan Direksi terdiri atas Franciscus Xaverius Yoshua Raintjung sebagai Direktur Utama, Marcella Angelin sebagai Direktur, dan Dr. Yudha Indrawirawan sebagai Direktur Operasional. 

    Sementara itu, susunan Dewan Komisaris ditetapkan dengan Nathan Tirtana sebagai Komisaris Utama dan Suyanto sebagai Komisaris Independen.

    Dalam pelaksanaan rapat, Perseroan memberikan kesempatan kepada pemegang saham untuk mengajukan pertanyaan maupun pendapat sebelum pengambilan keputusan. 

    Seluruh keputusan RUPSLB diambil melalui mekanisme musyawarah untuk mufakat dan disetujui secara bulat, tanpa adanya suara tidak setuju maupun abstain.

    RUPSLB juga memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan, dengan hak substitusi, untuk menuangkan seluruh keputusan rapat ke dalam akta notaris serta menyampaikan perubahan susunan pengurus kepada instansi yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Dengan disahkannya seluruh agenda tersebut, LABS memastikan perubahan struktur manajemen telah berlaku efektif dan siap dijalankan sesuai dengan keputusan RUPSLB. (*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.