Logo
>

Aset Tembus Rp160 Triliun, Saham JSMR Anjlok

Pendapatan turun 5,87 persen akibat kontraksi konstruksi, laba bersih susut ke Rp3,65 triliun meski laba usaha naik dan aset JSMR meningkat 7,58 persen menjadi Rp160 triliun.

Ditulis oleh Yunila Wati
Aset Tembus Rp160 Triliun, Saham JSMR Anjlok
Harga saham JSMR turun seiring dengan koreksi pendapatan secara konsolidasi. (Foto: Dok Jasa Marga)

KABARBURSA.COM - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan penurunan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 menjadi Rp3,65 triliun, turun dari Rp4,53 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara, laba bersih kepentingan non pengendali tercatat sebesar Rp1,14 triliun. 

Penurunan ini terjadi di tengah koreksi pendapatan secara konsolidasi yang turun 5,87 persen secara tahunan menjadi Rp29,89 triliun dari Rp31,75 triliun pada 2024.

Struktur pendapatan menunjukkan dinamika yang berbeda antarsegmen. Pendapatan tol tercatat sebesar Rp18,15 triliun, meningkat dibandingkan Rp17,22 triliun pada 2024. Namun penurunan signifikan terjadi pada pendapatan konstruksi yang turun dari Rp13,02 triliun menjadi Rp10,07 triliun. 

Pendapatan usaha lainnya tumbuh 9,4 persen secara tahunan menjadi Rp1,65 triliun dari Rp1,51 triliun. Penurunan total pendapatan terutama dipengaruhi oleh kontraksi pada lini konstruksi yang memiliki kontribusi besar dalam struktur topline.

Di sisi biaya, beban pokok pendapatan mengalami penurunan sehingga laba kotor meningkat menjadi Rp11,78 triliun dari Rp11,31 triliun pada tahun sebelumnya. Laba usaha juga tercatat naik tipis menjadi Rp9,64 triliun dari Rp9,51 triliun. 

Dengan demikian, tekanan terhadap laba bersih lebih dipengaruhi oleh faktor di luar laba usaha, termasuk beban keuangan dan komponen non-operasional lainnya. Dampak akhirnya terlihat pada laba per saham yang turun dari Rp625 menjadi Rp504 per lembar.

Dari sisi neraca, total aset JSMR meningkat menjadi Rp160 triliun pada akhir 2025, naik 7,58 persen dibandingkan Rp148,72 triliun pada 2024. Peningkatan ini diikuti kenaikan total liabilitas menjadi Rp97,63 triliun dari Rp89,88 triliun. 

Ekuitas juga bertumbuh menjadi Rp62,36 triliun dari Rp58,83 triliun. Struktur tersebut menunjukkan ekspansi aset yang tetap ditopang oleh peningkatan kewajiban, meskipun basis ekuitas masih mengalami penguatan.

Saham Bergerak Turun 3,06 Persen

Seirama dengan penurunan laba, sentimen pasar terhadap saham JSMR pada perdagangan 3 Maret 2026 juga melemah, harga menjadi Rp3.490 atau turun 3,06 persen pada sesi berjalan. 

Saham dibuka di level Rp3.620 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp3.630 sebelum bergerak turun hingga menyentuh level terendah Rp3.470. Untuk saat ini, posisi harga berada di bawah level penutupan sebelumnya Rp3.600, mencerminkan respons pasar terhadap dinamika laba bersih dan struktur pendapatan.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp25,26 triliun dan rasio price to earnings di kisaran 6,39 kali, valuasi JSMR berada pada level yang relatif rendah dibandingkan rerata historis sektor infrastruktur. Dividend yield tercatat sekitar 4,48 persen. 

Rentang harga 52 pekan berada antara Rp3.200 hingga Rp4.630, menempatkan posisi harga saat ini di area tengah-bawah rentang tahunan.

Secara keseluruhan, kinerja operasional JSMR menunjukkan stabilitas pada laba usaha di tengah penurunan pendapatan konstruksi, sementara laba bersih tertekan akibat faktor non-operasional. 

Pergerakan saham mencerminkan penyesuaian pasar terhadap penurunan laba tahunan, dengan dinamika intraday yang bergerak di bawah level psikologis Rp3.500 pada sesi berjalan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79