KABARBURSA.COM - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan penurunan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 menjadi Rp3,65 triliun, turun dari Rp4,53 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara, laba bersih kepentingan non pengendali tercatat sebesar Rp1,14 triliun.
Penurunan ini terjadi di tengah koreksi pendapatan secara konsolidasi yang turun 5,87 persen secara tahunan menjadi Rp29,89 triliun dari Rp31,75 triliun pada 2024.
Struktur pendapatan menunjukkan dinamika yang berbeda antarsegmen. Pendapatan tol tercatat sebesar Rp18,15 triliun, meningkat dibandingkan Rp17,22 triliun pada 2024. Namun penurunan signifikan terjadi pada pendapatan konstruksi yang turun dari Rp13,02 triliun menjadi Rp10,07 triliun.
Pendapatan usaha lainnya tumbuh 9,4 persen secara tahunan menjadi Rp1,65 triliun dari Rp1,51 triliun. Penurunan total pendapatan terutama dipengaruhi oleh kontraksi pada lini konstruksi yang memiliki kontribusi besar dalam struktur topline.
Di sisi biaya, beban pokok pendapatan mengalami penurunan sehingga laba kotor meningkat menjadi Rp11,78 triliun dari Rp11,31 triliun pada tahun sebelumnya. Laba usaha juga tercatat naik tipis menjadi Rp9,64 triliun dari Rp9,51 triliun.
Dengan demikian, tekanan terhadap laba bersih lebih dipengaruhi oleh faktor di luar laba usaha, termasuk beban keuangan dan komponen non-operasional lainnya. Dampak akhirnya terlihat pada laba per saham yang turun dari Rp625 menjadi Rp504 per lembar.
Dari sisi neraca, total aset JSMR meningkat menjadi Rp160 triliun pada akhir 2025, naik 7,58 persen dibandingkan Rp148,72 triliun pada 2024. Peningkatan ini diikuti kenaikan total liabilitas menjadi Rp97,63 triliun dari Rp89,88 triliun.
Ekuitas juga bertumbuh menjadi Rp62,36 triliun dari Rp58,83 triliun. Struktur tersebut menunjukkan ekspansi aset yang tetap ditopang oleh peningkatan kewajiban, meskipun basis ekuitas masih mengalami penguatan.
Saham Bergerak Turun 3,06 Persen
Seirama dengan penurunan laba, sentimen pasar terhadap saham JSMR pada perdagangan 3 Maret 2026 juga melemah, harga menjadi Rp3.490 atau turun 3,06 persen pada sesi berjalan.
Saham dibuka di level Rp3.620 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp3.630 sebelum bergerak turun hingga menyentuh level terendah Rp3.470. Untuk saat ini, posisi harga berada di bawah level penutupan sebelumnya Rp3.600, mencerminkan respons pasar terhadap dinamika laba bersih dan struktur pendapatan.
Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp25,26 triliun dan rasio price to earnings di kisaran 6,39 kali, valuasi JSMR berada pada level yang relatif rendah dibandingkan rerata historis sektor infrastruktur. Dividend yield tercatat sekitar 4,48 persen.
Rentang harga 52 pekan berada antara Rp3.200 hingga Rp4.630, menempatkan posisi harga saat ini di area tengah-bawah rentang tahunan.
Secara keseluruhan, kinerja operasional JSMR menunjukkan stabilitas pada laba usaha di tengah penurunan pendapatan konstruksi, sementara laba bersih tertekan akibat faktor non-operasional.
Pergerakan saham mencerminkan penyesuaian pasar terhadap penurunan laba tahunan, dengan dinamika intraday yang bergerak di bawah level psikologis Rp3.500 pada sesi berjalan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.