Logo
>

Asing Borong CUAN, BUMI Dilepas Rp232 Miliar

Arus dana asing sesi tengah hari menunjukkan rotasi sektor. CUAN, NICL, dan BBNI diborong investor asing, sementara BUMI, BBCA, hingga ENRG menjadi saham dengan tekanan jual terbesar.

Ditulis oleh Yunila Wati
Asing Borong CUAN, BUMI Dilepas Rp232 Miliar
Dana asing masuk deras ke saham CUAN, sementara saham BUMI justru sedang menjadi target lepas saham oleh investor asing. (Foto: Dok Petrindo Jaya Kreasi)

KABARBURSA.COM – Pergerakan dana investor asing pada perdagangan sesi tengah hari Rabu, 11 Maret 2026, menunjukkan rotasi dana pada sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data transaksi memperlihatkan adanya akumulasi pada beberapa saham tertentu, sementara pada saham lain justru terjadi tekanan jual bersih.

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tercatat menjadi saham dengan pembelian bersih asing terbesar hingga pertengahan sesi perdagangan. Nilai pembelian bersih investor asing pada saham ini mencapai sekitar Rp49,6 miliar dengan volume sekitar 380,8 ribu lot pada harga rata-rata 1.295.

Selain CUAN, saham PT PAM Mineral Tbk (NICL) juga masuk dalam daftar saham yang paling banyak dikoleksi investor asing. Nilai pembelian bersih pada saham ini tercatat sekitar Rp25,4 miliar dengan volume transaksi sekitar 264,8 ribu lot pada harga rata-rata 956.

Saham perbankan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turut mencatatkan pembelian bersih asing sebesar sekitar Rp22,6 miliar. Transaksi tersebut terjadi dengan volume sekitar 52,4 ribu lot pada harga rata-rata 4.304.

Di sektor teknologi, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SUPA) juga masuk dalam daftar saham yang dibeli investor asing dengan nilai sekitar Rp22,3 miliar. Sementara itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan pembelian bersih sekitar Rp20,8 miliar dengan volume transaksi mencapai sekitar 3,7 juta lot.

Pergerakan ini menunjukkan adanya minat investor asing pada saham-saham yang memiliki eksposur terhadap sektor energi, pertambangan, perbankan, serta teknologi digital.

Di sisi lain, sejumlah saham justru mencatatkan tekanan jual dari investor asing hingga pertengahan sesi perdagangan.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham dengan penjualan bersih asing terbesar pada sesi tersebut. Nilai penjualan bersih pada saham ini mencapai sekitar Rp232,6 miliar dengan volume sekitar 10 juta lot pada harga rata-rata 234.

Tekanan jual juga terlihat pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai penjualan bersih sekitar Rp126,5 miliar dan volume transaksi sekitar 183,7 ribu lot pada harga rata-rata 6.918.

Saham sektor energi lainnya, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), turut mencatatkan penjualan bersih asing sekitar Rp75,1 miliar dengan volume sekitar 1,7 juta lot pada harga rata-rata 450.

Sementara itu, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan penjualan bersih asing sekitar Rp74,7 miliar dengan volume sekitar 468,1 ribu lot pada harga rata-rata 1.608.

Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga masuk dalam daftar saham yang dilepas investor asing dengan nilai penjualan bersih sekitar Rp71 miliar dan volume sekitar 71,3 ribu lot pada harga rata-rata 9.905.

Pergerakan dana asing ini menunjukkan adanya pergeseran minat investor pada beberapa sektor di tengah perdagangan hari ini. Sejumlah saham dengan eksposur komoditas dan energi terlihat mengalami tekanan jual, sementara sebagian saham lain justru mencatatkan akumulasi asing pada sesi perdagangan yang sama.

Dinamika arus dana tersebut mencerminkan aktivitas rotasi portofolio investor asing yang kerap terjadi pada periode perdagangan intraday di pasar saham domestik.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79