Logo
>

Harga Komoditas Global Melemah, Pasar Beralih Fokus ke The Fed

Investor mulai menggeser perhatian dari konflik Timur Tengah ke agenda yang berpotensi mengubah arah pasar global.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Harga Komoditas Global Melemah, Pasar Beralih Fokus ke The Fed
Ilustrasi harga komoditas mulai melemah. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Peralihan fokus pasar dari konflik Timur Tengah ke arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) memicu pelemahan sejumlah harga komoditas global pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun KabarBursa.com, harga minyak, emas, dan logam industri terkoreksi, sementara batu bara, gas alam, dan minyak kelapa sawit (CPO) masih mencatat kenaikan.

Melansir Reuters, Selasa, 9 Juni 2026, harga minyak mentah Brent turun 1,2 persen menjadi USD93,11 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,4 persen ke level USD90 per barel.

Penurunan harga minyak terjadi setelah ketegangan antara Iran dan Israel mereda sehingga pasar mengurangi premi risiko geopolitik. Investor juga mencermati potensi normalisasi lalu lintas pengiriman energi di Selat Hormuz yang sebelumnya terdampak konflik.

Tekanan terhadap harga minyak bertambah setelah Badan Informasi Energi Amerika Serikat atau Energy Information Administration (EIA) memangkas proyeksi permintaan minyak global tahun ini.

Dalam laporan Short-Term Energy Outlook (STEO) yang dirilis Selasa, 9 Juni 2026, EIA memperkirakan permintaan minyak dunia turun sekitar 1,1 juta barel per hari akibat tingginya harga energi yang menekan konsumsi.

Di pasar logam mulia, harga emas spot turun 0,45 persen menjadi USD4.235,85 per troy ons. Harga perak juga melemah 1,1 persen ke level USD35,40 per troy ons.

Melansir CNBC International, Selasa, 9 Juni 2026, pelemahan emas dipicu meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Pelaku pasar juga menilai masih ada peluang kenaikan suku bunga pada akhir tahun setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan kondisi ekonomi yang tetap kuat.

Investor saat ini juga menunggu rilis data inflasi atau Consumer Price Index (CPI) AS yang akan menjadi salah satu acuan arah kebijakan moneter The Fed.

Di pasar logam industri, harga tembaga di London Metal Exchange (LME) turun 0,8 persen menjadi USD9.850 per ton. Sementara itu, harga nikel merosot 1,5 persen ke level USD18.200 per ton.

Melansir Financial Times, Selasa, 9 Juni 2026, harga tembaga tertekan oleh kekhawatiran terhadap permintaan dari China di tengah pemulihan sektor properti yang belum merata. Reuters melaporkan harga nikel masih dibebani kondisi kelebihan pasokan global, termasuk dari peningkatan produksi hasil hilirisasi di Indonesia.

Di tengah pelemahan sejumlah komoditas, harga gas alam Henry Hub naik 1,2 persen menjadi USD2,85 per MMBtu. Kenaikan didorong prakiraan cuaca panas di AS yang meningkatkan kebutuhan energi untuk pendingin ruangan.

Harga batu bara Newcastle juga menguat 0,5 persen menjadi USD138,50 per ton. Melansir Bloomberg, Selasa, 9 Juni 2026, kenaikan ditopang meningkatnya permintaan listrik di China dan India menjelang puncak musim panas.

Sementara itu, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives naik 0,8 persen menjadi 3.920 ringgit Malaysia per ton. Penguatan didukung pelemahan nilai tukar ringgit yang meningkatkan daya saing ekspor serta sentimen positif di pasar minyak nabati.

Pergerakan pasar komoditas menunjukkan perhatian investor kini lebih tertuju pada prospek ekonomi global dan arah suku bunga AS dibandingkan risiko gangguan pasokan akibat konflik geopolitik.

Bagi Indonesia, penurunan harga minyak berpotensi mengurangi tekanan impor energi dan beban subsidi. Namun, pelemahan harga nikel dapat menjadi sentimen negatif bagi sektor hilirisasi logam, sementara harga batu bara dan CPO yang masih stabil dapat menopang kinerja ekspor komoditas nasional.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.