Logo
>

IHSG Ambruk ke Level 5.600: RAJA, AYLS, dan MSKY Menguat

IHSG anjlok 2,42 persen ke level 5.679,75 pada sesi pertama perdagangan dengan nilai transaksi Rp7,52 triliun. Di tengah tekanan pasar, saham RAJA, AYLS, dan MSKY justru mencatatkan penguatan.

Ditulis oleh Yunila Wati
IHSG Ambruk ke Level 5.600: RAJA, AYLS, dan MSKY Menguat
IHSG rontok, namun ada tiga emiten yang bertahan di tengah tekanan yang cukup tinggi itu, yaitu RAJA, MSKY, dan AYLS. (Foto: KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan sesi pertama, Selasa, 30 Juni 2026. Sejak pembukaan, indeks langsung bergerak di zona merah dan tidak mampu keluar dari tekanan hingga jeda siang. 

Aksi jual yang merata membuat IHSG turun ke level 5.679,75 atau melemah 141,04 poin setara 2,42 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan tersebut terjadi setelah indeks dibuka di level 5.801,45, sempat menyentuh posisi tertinggi intraday di 5.811,67, namun kemudian terus tertekan hingga menyentuh level terendah 5.638,57 sebelum akhirnya menutup sesi pertama di kisaran 5.679. 

Grafik pergerakan intraday memperlihatkan tekanan jual yang sangat dominan sejak awal perdagangan, meski menjelang akhir sesi sempat terlihat upaya pemulihan terbatas.

Aktivitas transaksi tetap berlangsung cukup ramai. Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp7,52 triliun dengan volume perdagangan mencapai 124,30 juta lot dalam lebih dari 903 ribu kali transaksi. 

Pada pasar reguler saja, nilai transaksi tercatat sebesar Rp6,20 triliun dengan volume 119,45 juta lot dan frekuensi perdagangan mencapai 902,95 ribu kali.

RAJA Naik 50 Poin

Di tengah tekanan yang melanda mayoritas saham, masih terdapat sejumlah emiten yang mampu bertahan di zona hijau, bahkan mencatatkan kenaikan cukup signifikan. Salah satunya adalah PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

Saham RAJA berhasil ditutup di level Rp3.690 pada sesi pertama atau naik 50 poin setara 1,37 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi setelah saham ini dibuka di level Rp3.640 dan sempat bergerak hingga menyentuh harga tertinggi Rp3.730, sementara level terendah berada di Rp3.380.

Aktivitas perdagangan RAJA juga meningkat cukup besar. Nilai transaksi mencapai Rp68,72 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 191,34 ribu lot dalam 7.720 kali transaksi. 

Berbeda dengan sehari sebelumnya yang masih mencatat arus dana asing keluar bersih sebesar Rp8,42 miliar, pada perdagangan sesi pertama hari ini belum terlihat transaksi asing yang tercatat sehingga pergerakan harga lebih banyak didorong aktivitas investor domestik.

AYLS Sentuh ARA

Selain RAJA, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada saham PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) yang menjadi salah satu saham dengan kenaikan paling mencolok pada sesi pertama.

AYLS melesat hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA). Harga sahamnya naik 40 poin atau 28,99 persen menjadi Rp178 dari penutupan sebelumnya di level Rp138. 

Saham ini dibuka pada harga Rp143, kemudian langsung bergerak naik hingga mencapai level tertinggi Rp181 sebelum akhirnya bertahan di kisaran Rp178 saat jeda perdagangan.

Perdagangan AYLS juga berlangsung cukup aktif. Volume transaksi mencapai 363,42 ribu lot dengan nilai transaksi sekitar Rp6,2 miliar. Rata-rata harga transaksi tercatat di level Rp171. 

Kenaikan tersebut menjadikan AYLS sebagai salah satu saham yang tetap menarik perhatian ketika sebagian besar indeks sektoral masih bergerak melemah.

MSKY Kumpulkan Transaksi Rp5,7 Miliar

Penguatan signifikan juga terjadi pada saham PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY). Emiten ini menutup sesi pertama di level Rp66 setelah menguat delapan poin atau 13,79 persen dibandingkan harga penutupan sebelumnya.

MSKY dibuka di level Rp59, kemudian sempat mencapai harga tertinggi Rp72 sebelum bergerak di kisaran Rp66 saat jeda siang. Volume perdagangan mencapai 836,71 ribu lot dengan nilai transaksi sekitar Rp5,7 miliar. 

Rata-rata harga transaksi berada di level Rp68, mencerminkan aktivitas perdagangan yang relatif aktif sepanjang sesi pertama.

Peluang kenaikan tetap terbuka pada saham-saham tertentu meski kondisi pasar secara keseluruhan sedang mengalami tekanan. Sebagian investor masih memanfaatkan momentum pada emiten yang memiliki sentimen masing-masing.

Meski demikian, secara umum suasana perdagangan pada sesi pertama lebih didominasi aksi jual. Penurunan IHSG hingga kembali berada di kisaran level 5.600 memperlihatkan bahwa tekanan terhadap pasar masih cukup besar.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79