KABARBURSA.COM – Aktivitas perdagangan saham pada Jumat, 27 Februari 2026, menunjukkan dominasi broker asing dalam daftar tiga besar nilai transaksi (transaction value).
Di tengah dominasi tersebut, satu broker berbasis ritel berhasil menempati posisi kedua dalam jajaran top broker harian.
Berdasarkan data perdagangan di pasar reguler, Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) mencatatkan total nilai transaksi sebesar Rp5,2 triliun. Dari nilai tersebut, nilai beli (buy value) tercatat Rp2,3 triliun dan nilai jual (sell value) sebesar Rp2,8 triliun.
Dengan demikian, nilai bersih (net value) tercatat minus Rp504,5 miliar. Total volume (transaction volume/volume transaksi) mencapai 3,3 miliar saham dengan frekuensi transaksi (transaction frequency) sebanyak 165,5 ribu kali.
Di posisi kedua terdapat Stockbit Sekuritas Digital (XL), yang dikenal sebagai broker ritel. Nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp5,0 triliun.
Rinciannya, nilai beli sebesar Rp2,5 triliun dan nilai jual Rp2,5 triliun, menghasilkan nilai bersih positif Rp45,7 miliar. Broker ini mencatat total volume sebesar 19,5 miliar saham dengan frekuensi transaksi 1,6 juta kali.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati UBS Sekuritas Indonesia (AK) dengan nilai transaksi Rp4,6 triliun. Nilai beli tercatat Rp2,2 triliun dan nilai jual Rp2,4 triliun, sehingga nilai bersih tercatat minus Rp237,2 miliar.
Volume perdagangan melalui broker ini mencapai 4,8 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 310,8 ribu kali.
Dari struktur tersebut, dua broker asing berada di posisi pertama dan ketiga berdasarkan nilai transaksi harian. Maybank Sekuritas Indonesia dan UBS Sekuritas Indonesia mencatat nilai bersih negatif, yang mencerminkan tekanan jual bersih pada sesi tersebut.
Di sisi lain, Stockbit Sekuritas Digital sebagai broker ritel mencatat nilai bersih positif dan berada di tengah dominasi broker asing.
Jika diakumulasi, total nilai transaksi dari ketiga broker tersebut mencapai Rp14,8 triliun pada perdagangan Jumat.
Struktur transaksi menunjukkan peran signifikan investor asing melalui broker global, namun aktivitas ritel tetap tercermin melalui volume besar dan frekuensi tinggi yang dicatat broker berbasis digital. (*)