Logo
>

Begini Kata Bei soal IHSG Ambrol Hampir 3 Persen Sehari Usai Pidato Prabowo

Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.378,81 sebelum terkoreksi hingga menyentuh level terendah 6.134,99.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Begini Kata Bei soal IHSG Ambrol Hampir 3 Persen Sehari Usai Pidato Prabowo
Begini Kata Bei soal IHSG Ambrol Hampir 3 Persen Sehari Usai Pidato Prabowo. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada penutupan sesi II perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup melemah 174,14 poin atau turun 2,76 persen ke level 6.144,36.

Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.378,81 sebelum terkoreksi hingga menyentuh level terendah 6.134,99. Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi pasar domestik.

Total volume transaksi tercatat mencapai 199,16 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp9,78 triliun dari 1,29 juta transaksi. Sementara itu, investor asing membukukan net foreign sell sebesar Rp130,88 miliar di pasar reguler.

Pelemahan tajam ini terjadi sehari setelah pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR yang turut menjadi perhatian pelaku pasar. Prabowo dalam pidatonya menyinggung berbagai isu ekonomi termasuk salah satunya akan mengesahkan Perpres soal ekspor harus satu pintu lewat BUMN yang ditunjuk pemerintah. Di media sosial, banyak investor ritel mengeluhkan portofolio investasi mereka yang mengalami floating loss setelah IHSG anjlok hampir menyentuh 3 persen dalam sehari.

Sebelumnya, pada 19 Mei 2026, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani dan Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mendatangi Gedung Bursa Efek Indonesia untuk memberikan dukungan terhadap pasar modal nasional di tengah tekanan pasar.

Dalam kunjungan tersebut, DPR dan Danantara menyampaikan pesan bahwa investasi di pasar modal merupakan investasi jangka panjang dan fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih kuat.

Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan tidak ada arahan khusus dari Presiden kepada pasar modal. Menurut dia, pemerintah justru menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional dalam jangka menengah dan panjang.

“Kan kemarin waktu ada kunjungan dari DPR dan Danantara ke sini juga sudah disampaikan pesan bahwa investasi di pasar modal adalah investasi jangka panjang,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Kamis, 21 Mei 2026.

Jeffrey mengatakan pemerintah juga menekankan pentingnya perbaikan iklim usaha dan percepatan perizinan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kemarin juga ada pesan dari Bapak Presiden bahwa kemudahan berusaha, perizinan juga akan dipermudah dari yang dua tahun diharapkan bisa dalam hitungan minggu. Tentu itu akan memberikan efek positif kepada perekonomian dan nanti tentunya implikasinya kepada pasar modal dalam jangka menengah panjang,” katanya.

Meski IHSG mengalami tekanan cukup dalam, BEI menilai fundamental ekonomi Indonesia ke depan masih berada dalam jalur positif. Optimisme tersebut didorong oleh ekspektasi percepatan investasi, perbaikan iklim usaha, serta dorongan kebijakan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi domestik.

“Jadi kami sih positif,” ujar Jeffrey.

Saat ditanya apakah terdapat arahan khusus dari Presiden terkait kondisi pasar modal saat ini, Jeffrey menegaskan tidak ada instruksi tertentu yang diberikan kepada BEI.

“Enggak, enggak ada,” katanya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".