Logo
>

Asing Keluar Perlahan dari ARTO, Analis Pangkas Target Harga

Tekanan harga sejak awal pekan berlanjut, CGS turunkan rekomendasi dan proyeksi laba di tengah tren distribusi asing.

Ditulis oleh Yunila Wati
Asing Keluar Perlahan dari ARTO, Analis Pangkas Target Harga
ARTO menutup perdagangan bursa hari ini dengan koreksi tipis 0,77 persen. Namun, hal itu dibarengi dengan aktivitas asing yang cenderung memilih untuk keluar. (Foto: dok Bank Jago)

KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) mulai melemah. Hal ini ditandai dengan keluarnya asing secara perlahan. Tidak heran jika kemudian analis memangkas target harganya.

Pada penutupan perdagangan Senin, 27 April 2026, saham ARTO berada di level Rp1.290, turun tipis 0,77 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Namun jika ditarik ke belakang, pelemahan ini bukan terjadi dalam satu hari, melainkan terbentuk dari rangkaian penurunan sejak awal pekan.

Pada 21 April, harga masih berada di Rp1.375 sebelum sempat naik ke Rp1.390 pada 22 April. Setelah itu, tekanan mulai terlihat dengan penurunan ke Rp1.355 pada 23 April dan berlanjut ke Rp1.300 pada 24 April. Dalam rentang tersebut, penurunan kumulatif mencapai sekitar 6,2 persen.

Data transaksi juga memperlihatkan aktivitas asing yang cenderung keluar dari saham ini. Pada 24 April, tercatat net sell asing sebesar Rp2,95 miliar, disusul Rp2,29 miliar pada 23 April, dan bahkan mencapai Rp3,12 miliar pada 20 April. 

Satu-satunya hari dengan tekanan yang lebih ringan terjadi pada 22 April dengan net sell sekitar Rp414,71 juta.

Volume perdagangan juga menunjukkan dinamika yang cukup tinggi pada saat harga melemah. Nilai transaksi mencapai Rp5,82 triliun pada 24 April dan Rp5,17 triliun pada 23 April, mencerminkan adanya distribusi di level harga tersebut. Sementara pada 27 April, nilai transaksi menurun menjadi Rp2,77 triliun seiring meredanya aktivitas.

Jika diperluas ke periode yang lebih panjang, pergerakan sepanjang empat bulan pertama 2026 menunjukkan tren yang menurun. Pada Januari, saham ARTO masih berada di level Rp1.700, kemudian turun ke Rp1.590 pada Februari, Rp1.320 pada Maret, dan kembali ke Rp1.290 pada April. Penurunan dari awal tahun hingga akhir April mencapai sekitar 24 persen.

Aliran dana asing dalam periode tersebut juga menunjukkan pola distribusi. Pada Januari, masih tercatat net buy sekitar Rp3,01 triliun, namun berbalik menjadi net sell Rp7,50 triliun pada Februari dan Rp2,57 triliun pada Maret. Tekanan berlanjut di April dengan net sell mencapai Rp17,16 triliun.

CGS Internasional Turunkan Target Saham

Di tengah pergerakan tersebut, sentimen dari analis turut memengaruhi arah saham. CGS International menurunkan rekomendasi saham ARTO menjadi “hold” dari sebelumnya “add”. Target harga juga dipangkas menjadi Rp1.400 dari sebelumnya Rp2.200.

Penyesuaian ini sejalan dengan revisi proyeksi laba per saham (EPS). Untuk 2026, proyeksi EPS diturunkan sebesar 3,5 persen, sementara untuk 2027 dipangkas lebih dalam sebesar 9,5 persen. Revisi ini mencerminkan asumsi biaya kredit yang diperkirakan akan meningkat ke depan.

Dari sisi strategi, manajemen Bank Jago disebut akan lebih berhati-hati dalam menjaga likuiditas dan manajemen risiko. Fokus juga diarahkan pada pengendalian biaya kredit, yang secara historis cenderung meningkat setelah periode Lebaran. 

Dalam konteks tersebut, pergerakan saham ARTO mencerminkan kombinasi antara tekanan pasar dan penyesuaian ekspektasi. Arah harga, aliran dana asing, serta perubahan rekomendasi analis bergerak dalam satu pola yang sama. Kondisi ini menempatkan saham pada fase konsolidasi dengan tekanan yang masih terlihat dalam jangka pendek.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79