KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I hari ini, Rabu, 1 Juli 2026, dengan penguatan signifikan sebesar 0,84 persen ke level 5.690,58.
Kenaikan indeks terjadi di tengah derasnya aksi jual investor asing pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar atau big cap.
Data menunjukkan investor asing melakukan penjualan bersih (net sell) mencapai Rp349,01 miliar sepanjang sesi pertama perdagangan berlangsung.
Dominasi Aksi Jual Asing pada Saham Big Cap
Aksi jual investor asing pada sesi I hari ini didominasi oleh saham-saham perbankan dan infrastruktur utama. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi emiten dengan nilai jual bersih tertinggi mencapai Rp226,76 miliar dengan volume penjualan sebanyak 83,86 juta lembar saham.
Aksi distribusi modal juga terlihat pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp162,54 miliar dengan volume 42,43 juta lembar saham.
Selanjutnya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp57,60 miliar dengan volume transaksi 33,66 juta lembar saham. Emiten PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga mengalami tekanan jual sebesar Rp50,65 miliar dengan volume 16,20 juta lembar.
Melengkapi lima besar, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp24,20 miliar dengan volume penjualan 15,94 juta lembar saham.
Meski volume jual pada BBRI dan BMRI tergolong masif, indeks tetap mampu menjaga momentum penguatan di zona hijau. Kesenjangan antara total foreign buy sebesar Rp1,92 triliun dan foreign sell sebesar Rp2,27 triliun menegaskan intensitas transaksi asing yang masih tinggi.
Aksi jual ini menjadi perhatian utama pelaku pasar karena berpotensi membatasi ruang gerak indeks pada perdagangan sesi II nanti.
Sektor yang Masih Menjadi Incaran Akumulasi Asing
Di tengah gelombang aksi jual tersebut, investor asing tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham pilihan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling diburu dengan nilai beli bersih mencapai Rp155,22 miliar dan volume 27,37 juta lembar.
Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga mendapatkan sentimen positif dengan nilai beli bersih asing sebesar Rp31,51 miliar melalui volume 55,71 juta lembar saham.
Selain itu, investor asing terpantau mengakumulasi saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan nilai beli bersih Rp25,49 miliar dan volume 18,54 juta lembar saham.
Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSSA) turut dikoleksi dengan nilai beli bersih Rp24,52 miliar dan volume 30,11 juta lembar.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menempati posisi kelima dengan nilai beli bersih asing sebesar Rp17,50 miliar melalui volume 5,45 juta lembar saham.
Akumulasi beli pada saham-saham tersebut memberikan kontribusi positif dalam menjaga stabilitas IHSG agar tidak terperosok ke zona merah.
Latar Belakang Pergerakan IHSG Sesi I
IHSG mengawali perdagangan hari ini pada level 5.640,61 sebelum akhirnya bergerak dinamis di tengah tekanan jual asing. Sepanjang sesi I, indeks sempat menyentuh level tertinggi di posisi 5.728,22 dengan level terendah berada di angka 5.607,45.
Pergerakan ini didukung oleh aktivitas transaksi dari berbagai sekuritas yang memfasilitasi perputaran modal di pasar reguler maupun tunai.
Aktivitas broker domestik dan internasional turut mewarnai jalannya perdagangan sesi I hari ini. Berdasarkan nilai transaksi (total value), UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatatkan nilai transaksi tertinggi sebesar Rp1,7 triliun.
Broker ini diikuti oleh Stockbit Sekuritas Digital (XL) dengan nilai transaksi Rp1,49 triliun, serta Mandiri Sekuritas (CC) sebesar Rp1,48 triliun.
Seluruh transaksi tersebut mencerminkan tingginya minat pelaku pasar dalam merespons fluktuasi harga saham di bursa nasional. Nilai perputaran transaksi secara keseluruhan pada sesi I mencapai Rp5.585,1 miliar dengan total volume perdagangan sebesar 103,17 juta lot.(*)