Logo
>

Laba Kuartal I 2026 Menyusut, JTPE Intip Peluang Lewat Ekspor Asia-Afrika

Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei mengatakan ekspansi ke pasar global merupakan bagian dari strategi pihaknya untuk memperkuat daya saing

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Laba Kuartal I 2026 Menyusut, JTPE Intip Peluang Lewat Ekspor Asia-Afrika
Publix Expose PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (Foto: Dok. Perusahaan)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM -PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) menyatakan akan memperluas cakupan ekspansi ekspor ke pasar Asia dan Afrika. Aksi ini diharapkan dapat memperkuat penetrasi Perseroan di pasar global.

Manajemen JTPE dalam keterangannya, Kamis, 2 Juli 2026 menyampaikan, salah satu pendorong utama pasar ekspor berasal dari meningkatnya permintaan terhadap komponen paspor dan kartu identitas.

Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei mengatakan ekspansi ke pasar global merupakan bagian dari strategi pihaknya untuk memperkuat daya saing sekaligus
menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi Perseroan.

"Kami meyakini bahwa langkah ini akan memperluas peluang bisnis serta memperkuat posisi JTPE di pasar global." ujar dia.

Perluasan penetrasi ke pasar ekspor ini diharapkan tidak hanya membuka peluang pertumbuhan pendapatan yang lebih besar, tetapi juga memperkuat diversifikasi sumber pendapatan bagi Perseroan.

Selain itu, strategi ini juga dinila dapat mengurangi dampak volatilitas nilai tukar sekaligus menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika ekonomi global.

Kinerja Kuartal I 2026

JTPE mencatat penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp265,05 miliar pada kuartal I 2026, menurun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp348,32 miliar.

Melalui keterangannya, manajemen JTPE menyampaikan kinerja tersebut masih didominasi oleh pasar domestik, segmen sekuriti melalui produk dokumen identitas, seperti paspor dan kartu identitas, menjadi penopang utama kinerja Perseroan.

Dari total pendapatan sebesar Rp265,05 miliar, segmen sekuriti menyumbang Rp227,97 miliar, dengan komposisi penjualan 78 persen berasal dari domestik dan 22 persen dari pasar ekspor.

Penurunan pendapatan tersebut membuat beban pokok penjualan JTPE ikut turun menjadi Rp196,21 miliar dari sebelumnya Rp244,58 miliar pada kuartal I 2025.

Dengan catatan itu, emiten penyedia solusi percetakan sekuriti ini membukukan laba bruto sebesar Rp68,83 miliar pada kuartal I 2026. Angka ini turun dibanding Rp103 miliar pada periode serupa tahun lalu.

Sementara itu, laba bersih periode berjalan JTPE sebesar Rp29,95 miliar atau menyusut dibanding tiga bulan pertama 2025 yang mencapai Rp54,88 miliar.

Dari angka itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp27,30 miliar, atau menurun dari Rp51,16 miliar pada kuartal I tahun 2025. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.