Logo
>

SSTM Absen Bagi Dividen Meski Kinerja Mulai Membaik pada 2026

RUPST SSTM memutuskan tidak membagikan dividen tahun buku 2025 dan memilih menahan seluruh laba bersih untuk memperkuat kondisi keuangan perusahaan.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
SSTM Absen Bagi Dividen Meski Kinerja Mulai Membaik pada 2026
Ilustrasi PT Sunson Textile Manufacturer Tbk tak bagikan dividen. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa, 30 Juni 2026.

Kebijakan ini menjadi perhatian investor karena emiten tekstil memilih menahan seluruh laba bersih yang diperoleh sepanjang tahun lalu. Di tengah dinamika industri tekstil nasional yang masih menghadapi tantangan, langkah tersebut mengindikasikan perseroan lebih memprioritaskan penguatan fundamental dan kebutuhan pendanaan internal dibanding membagikan keuntungan kepada pemegang saham.

Dalam agenda ketiga RUPST, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 dengan tidak membagikan dividen. Seluruh keputusan tersebut memperoleh persetujuan penuh dari para pemegang saham yang hadir dalam rapat.

“Menyetujui bahwa untuk tahun buku 2025 Perseroan tidak  membagikan Dividen kepada para pemegang saham,” tulis manajemen SSTM dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.

RUPST dihadiri oleh pemegang 1.032.495.665 saham atau setara 88,18 persen dari seluruh saham dengan hak suara yang sah. Seluruh agenda rapat disetujui melalui mekanisme musyawarah untuk mufakat tanpa adanya penolakan maupun abstain.

Selain menetapkan kebijakan dividen, perusahaan tekstil tersebut juga menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Griselda, Wisnu & Arum dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Rapat juga memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab (acquit et decharge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan serta pengawasan selama tahun buku 2025.

Pada agenda lainnya, emiten sektor tekstil itu memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik independen yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026 beserta penetapan honorarium dan persyaratan penunjukannya.

RUPS juga menyetujui pengangkatan kembali Christopher Suriadi sebagai Direktur PT Sunson Textile Manufacturer Tbk untuk masa jabatan lima tahun, yakni mulai 31 Agustus 2026 hingga 31 Agustus 2031.

Dengan keputusan tersebut, susunan Direksi terdiri atas Purnawan Suriadi sebagai Direktur Utama, Mahayo Pudjiarto sebagai Direktur, dan Christopher Suriadi sebagai Direktur. Sementara jajaran komisaris tetap dipimpin Sundjono Suriadi sebagai Komisaris Utama.

Keputusan tidak membagikan dividen berpotensi menjadi perhatian investor karena imbal hasil tunai merupakan salah satu faktor yang sering dipertimbangkan dalam investasi saham. Di sisi lain, kebijakan menahan laba juga dapat dipandang sebagai upaya produsen tekstil tersebut menjaga fleksibilitas keuangan untuk mendukung operasional maupun kebutuhan bisnis ke depan.

Performa Saham SSTM di Lantai Bursa

Di pasar saham, pergerakan SSTM masih menunjukkan tekanan dalam jangka menengah hingga panjang. Pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026, saham SSTM ditutup stagnan di level Rp378 per saham. Sepanjang sesi perdagangan, saham bergerak di rentang Rp372–Rp394 dengan nilai transaksi sekitar Rp12,3 miliar.

Secara historis, performa saham masih berada dalam tren pelemahan. Dalam sepekan terakhir saham terkoreksi 4,55 persen, sedangkan dalam satu bulan turun 23,17 persen dan selama tiga bulan melemah 35,38 persen.

Tekanan yang lebih dalam terlihat sejak awal tahun. Secara year to date (YTD), saham SSTM telah turun 84,88 persen, sama dengan pelemahan dalam enam bulan terakhir. Namun, dibandingkan posisi setahun lalu, saham ini masih mencatat kenaikan 119,77 persen.

Dari sisi fundamental, SSTM mulai menunjukkan perbaikan kinerja pada awal 2026. Perseroan membukukan laba bersih kuartal I 2026 sebesar Rp6 miliar, meningkat dibandingkan Rp3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, laba bersih selama 12 bulan terakhir (TTM) masih mencatatkan defisit sekitar Rp16 miliar.

Di sisi operasional, pendapatan TTM tercatat sekitar Rp273 miliar, relatif stabil dibandingkan annualised revenue sekitar Rp271 miliar, sementara kapitalisasi pasar perseroan berada di kisaran Rp443 miliar dengan free float sebesar 7,63 persen.

Dengan kondisi tersebut, keputusan PT Sunson Textile Manufacturer Tbk untuk menahan laba dinilai dapat memperkuat posisi keuangan perusahaan di tengah tekanan industri, meski di sisi lain menghilangkan potensi pendapatan dividen bagi para pemegang saham pada tahun ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.