KABARBURSA.COM – Arus dana asing tercatat keluar dari pasar saham domestik dalam sepekan terakhir, dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp3,77 triliun di pasar reguler. Di saat yang sama, sejumlah sektor justru mencatat penguatan dalam periode yang sama.
Head of Research Department BRI Danareksa Sekuritas Chory Agung Ramdhani menyampaikan kondisi pasar masih dipengaruhi ketidakpastian global. “Pasar masih cenderung wait and see karena belum ada kepastian dari negosiasi geopolitik,” ujar Chory dalam laporan riset, Senin, 30 Maret 2026.
Ia juga mencatat pergerakan indeks masih berada dalam tekanan. “Struktur IHSG masih dalam tren turun dengan pola lower high dan lower low,” kata dia.
Secara harian, data perdagangan menunjukkan net foreign sell sebesar Rp1,9 triliun. Pada perdagangan terakhir, IHSG ditutup turun 0,94 persen ke level 7.097, dengan 379 saham melemah, 274 saham menguat, dan 167 saham stagnan.
Di tengah tekanan tersebut, kinerja sektoral menunjukkan pergerakan yang berbeda. Data mingguan mencatat sektor transportasi menguat 5,78 persen.
Sektor energi juga mencatat kenaikan sebesar 2,45 persen. Selain itu, sektor non-siklikal naik 2,14 persen dan sektor industrial meningkat 1,71 persen.
Sebaliknya, sektor basic industry turun 2,84 persen. Sektor siklikal melemah 1,11 persen, sementara sektor teknologi turun 0,86 persen.
Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyampaikan pergerakan IHSG masih berada dalam fase koreksi. “IHSG masih rawan melanjutkan pelemahan ke area 6.745–6.887,” ujar Herditya dalam riset harian.
Ia juga menyebut peluang penguatan tetap terbuka dalam skenario alternatif. “Jika fase koreksi telah selesai, IHSG berpeluang menguat ke kisaran 7.450–7.779,” kata dia.
Data teknikal menunjukkan area support IHSG berada di kisaran 6.900 hingga 7.000, sementara resistance berada pada rentang 7.100 hingga 7.300.(*)