Logo
>

ASLC Bidik Lonjakan Permintaan Mobil Bekas di 2026

Arah ekonomi nasional bergerak ke jalur yang mendukung pertumbuhan pasar mobil bekas

Ditulis oleh Pramirvan Datu
ASLC Bidik Lonjakan Permintaan Mobil Bekas di 2026
Ilustrasi Kendaraan Mobil di Jalanan Sudirman. Foto: Dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) menutup 2025 dengan performa solid dan rasa percaya diri yang kian menguat memasuki 2026. Bertumpu pada ekosistem mobil bekas yang terintegrasi—mulai dari JBA, Caroline.id, hingga MotoGadai—perseroan melihat geliat permintaan yang belum menunjukkan tanda melambat.

    Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, menilai arah ekonomi nasional bergerak ke jalur yang mendukung pertumbuhan pasar mobil bekas. Ia mencermati tren konsumsi yang stabil dan perubahan perilaku masyarakat yang semakin selektif dalam membeli kendaraan.
    “Dengan ekosistem jual beli mobil bekas yang semakin komplet dan saling terhubung, kami siap menyerap peningkatan permintaan tahun depan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat 28 November 2025.

    Sepanjang kuartal III 2025, ASLC membukukan pertumbuhan pendapatan 15 persen YoY menjadi Rp713,0 miliar, disertai laba bersih Rp33,9 miliar. Caroline.id tetap memegang peran dominan sebagai mesin utama, menyumbang 71 persen total pendapatan melalui penjualan lebih dari 3.000 unit mobil bekas senilai Rp506,4 miliar.

    Di sisi lain, JBA berhasil melelang lebih dari 92 ribu unit kendaraan dengan pendapatan Rp201,8 miliar, sementara MotoGadai mencatatkan kinerja stabil dengan kontribusi Rp4,8 miliar.
    “Melihat tren yang berlangsung, kami optimistis target pertumbuhan pendapatan dua digit pada 2025 dapat terwujud,” tambah Jany.

    Sebagai langkah memperluas jangkauan, ASLC juga meresmikan dua showroom Caroline.id baru di Pasir Kaliki Bandung dan Cibubur, menjadikan total jaringan showroom perseroan kini mencapai 17 lokasi.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Pramirvan Datu

    Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.