KABARBURSA.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengambil langkah tegas. Dua saham—PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) dan PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS)—resmi dibekukan sementara setelah mencatat kenaikan harga kumulatif yang melesat tak wajar. Di saat bersamaan, satu emiten lainnya, PT City Retail Developments Tbk (NIRO), justru memperoleh napas baru setelah suspensinya dicabut dan kembali dilepas ke lantai bursa.
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menuturkan bahwa penangguhan terhadap ATAP dan CSIS diberlakukan mulai sesi I perdagangan hari ini, Rabu 19 November 2025, meliputi pasar reguler hingga pasar tunai.
Langkah itu, ujar dia, merupakan prosedur cooling down—sebuah jeda yang dimaksudkan sebagai tameng mitigasi risiko sekaligus ruang refleksi bagi investor. Dengan adanya jeda ini, pelaku pasar diharapkan dapat menilai ulang setiap keputusan investasi secara lebih saksama, bersandar pada informasi yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga menegaskan pentingnya semua pihak untuk mencermati setiap pengumuman resmi yang dirilis perseroan. Sebuah disiplin yang, menurut BEI, krusial demi menjaga integritas pasar. Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi publik pada Selasa (18/11).
Sementara itu, kabar berbeda datang dari NIRO. BEI membuka kembali akses transaksi untuk emiten tersebut melalui penghapusan suspensi yang berlaku efektif sejak sesi I hari ini di seluruh jenis pasar. Dengan demikian, investor kini dapat kembali memperdagangkan saham NIRO, mengakhiri periode jeda yang sebelumnya membatasi pergerakan emiten ritel tersebut.(*)