KABARBURSA.COM – Arus jual investor asing kembali mencuat di paruh sesi Kamis, 20 November 2025. Berdasarkan data transaksi Stockbit, lima saham mencatat tekanan keluar tertinggi dari pelaku pasar global.
Sampai perdagangan sesi I, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin daftar net sell asing dengan angka jumbo mencapai 769,19 juta saham. Volume jual asing menyentuh 974,52 juta saham, jauh melampaui pembelian sebesar 205,33 juta saham.
Pada saat yang sama, data antrean memperlihatkan total bid 26,96 juta lot dan offer 29,33 juta lot, dengan rentang harga 224–234 sepanjang sesi.
Posisi kedua ditempati PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA). Emiten konstruksi energi ini dibukukan net sell asing 40,24 juta saham, dengan total penjualan mencapai 85,61 juta saham dan pembelian hanya 45,36 juta saham.
Struktur order book menunjukkan bid 603,522 lot dan offer 478,495 lot, dengan pergerakan di rentang harga 218–242.
Dari kelompok teknologi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga masuk daftar. Asing melepas 36,30 juta saham, di tengah aktivitas jual sebesar 197,15 juta saham dan beli 160,84 juta saham.
Order book menampilkan aktivitas tinggi dengan bid 63,70 juta lot dan offer 47,92 juta lot, bergerak pada rentang 60–61.
Saham tambang mineral PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat aliran keluar asing sebesar 31,65 juta saham. Asing menjual 138,82 juta saham, sementara pembelian hanya menyentuh 107,16 juta saham.
Antrean bid–offer menunjukkan bid 771,251 lot dan offer 3,50 juta lot, dengan harga bergerak di kisaran 945–975.
Di posisi kelima, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat net sell 30,97 juta saham, didorong transaksi jual asing 52,78 juta saham dan beli 21,81 juta saham. Volume yang timpang memperlihatkan preferensi keluar pada saham jasa pertambangan itu.
Order book menampilkan bid 2,48 juta lot dan offer 4,56 juta lot, dengan harga bergerak di rentang 416–432.
Meski secara nilai pasar asing masih mencetak net buy sebesar Rp932,09 miliar di seluruh pasar, distribusi dana terlihat tidak merata. Proporsi aktivitas asing hanya 30,25 persen dari total transaksi nilai dan 17,74 persen dari sisi volume.
Angka ini menunjukkan dominasi pelaku domestik dalam menggerakkan arah indeks pada sesi tersebut.
IHSG Menguat di Sesi I, Ditopang Aksi Beli Domestik
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif pada sesi pertama Kamis, 20 November 2025. Indeks ditutup di level 8.474,39, naik 67,82 poin atau 0,81 persen dibanding penutupan sebelumnya yang berada di 8.406,58.
Pergerakan indeks cenderung stabil sejak pembukaan. IHSG dibuka di 8.449,54 lalu sempat menyentuh level tertinggi harian 8.491,43 sebelum bergerak mendatar menjelang tengah hari. Sementara itu, posisi terendah berada di 8.439,64.
Likuiditas pasar terjaga dengan total transaksi Rp9,55 triliun dan volume 177,81 juta lot. Aktivitas beli oleh investor domestik menjadi pendorong utama penguatan indeks, sejalan dengan data perdagangan yang mencatat porsi transaksi domestik mencapai lebih dari 69 persen pada paruh sesi.
Sementara itu, investor asing tercatat tetap membukukan net buy bernilai positif pada seluruh pasar, meski beberapa saham berkapitalisasi besar mengalami tekanan jual dari pelaku global.
Pelaku pasar memantau arah IHSG pada sesi kedua, terutama setelah indeks mampu bertahan di atas area psikologis 8.450 sepanjang pagi. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.