KABARBURSA.COM - PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) memperkuat ekspansi bisnis properti dan hospitality premium di Surabaya melalui pembukaan Vasa Suites.
Proyek terbaru ini menjadi bagian dari strategi Perseroan untuk memperbesar penetrasi di segmen middle hingga high-end customer sekaligus memperluas sumber pendapatan berulang (recurring income).
Vasa Suites dikembangkan melalui lini bisnis hotel & leisure yang selama ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan Perseroan. Kehadiran proyek tersebut juga mempertegas langkah perusahaan pengembang properti itu dalam membangun ekosistem bisnis properti dan gaya hidup terintegrasi di Surabaya.
Vasa Suites yang berada di pusat kota ini menyasar kebutuhan masyarakat urban dan pelaku bisnis yang mengutamakan aksesibilitas, kenyamanan, serta pengalaman menginap premium di tengah kawasan bisnis dan lifestyle Surabaya.
Emiten pengembang properti itu mengusung konsep suite modern bergaya apartemen dengan fasilitas privat berbasis teknologi untuk menghadirkan fleksibilitas dan kenyamanan dalam satu kawasan terintegrasi.
Direktur Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk, Budi Agusti, mengatakan pembukaan Vasa Suites menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam memperkuat posisi di pasar premium Surabaya yang dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan besar.
“Kami melihat potensi pertumbuhan pasar premium di kota ini masih sangat besar, baik dari sisi kebutuhan leisure maupun lifestyle modern. Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat ekosistem bisnis terintegrasi yang dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pelanggan maupun pemegang saham,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Mei 2026.
Langkah ekspansi tersebut sekaligus menjadi bagian dari diversifikasi bisnis RISE di tengah dinamika industri properti. Saat ini Perseroan memiliki lima lini bisnis utama yang menopang pertumbuhan usaha, meliputi hotel & leisure, bisnis distrik, community living, kawasan industri dan pergudangan, serta integrated city development.
Diversifikasi itu dinilai menjadi strategi penting Perseroan dalam menjaga pertumbuhan jangka panjang sekaligus memperkuat fundamental usaha melalui kontribusi dari berbagai segmen bisnis.
Kinerja Keuangan dan Saham RISE
Dari sisi kinerja keuangan, RISE mencatat pertumbuhan signifikan pada awal 2026. Hingga kuartal I 2026, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp173,1 miliar atau meningkat sekitar 36 persen secara year on year (YoY).
Pada periode yang sama, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan melonjak 496 persen YoY menjadi Rp97,2 miliar. Perseroan menilai pertumbuhan tersebut mencerminkan kontribusi positif dari berbagai lini bisnis yang dijalankan serta keberhasilan strategi pengembangan usaha yang dilakukan selama ini.
Data valuasi menunjukkan laba bersih tahunan (annualised) RISE mencapai Rp389 miliar pada 2026, naik dibandingkan Rp87 miliar pada 2025 dan Rp37 miliar pada 2024. Sementara total pendapatan trailing twelve months (TTM) tercatat sebesar Rp457 miliar dengan laba bersih TTM mencapai Rp168 miliar.
Dari sisi profitabilitas, emiten properti tersebut mencatat gross profit margin kuartalan sebesar 59,31 persen, operating profit margin 36,78 persen, dan net profit margin mencapai 56,13 persen. Posisi keuangan Perseroan juga masih relatif solid dengan total ekuitas sebesar Rp3,38 triliun dan kas kuartalan mencapai Rp194 miliar.
Di pasar saham, pergerakan RISE masih bergerak fluktuatif. Pada perdagangan terbaru, saham RISE ditutup di level Rp1.465 atau turun 2,33 persen. Dalam satu bulan terakhir saham ini terkoreksi 29,23 persen, sedangkan secara year to date (YTD) melemah 75,98 persen.
Meski demikian, secara jangka panjang saham RISE masih mencatat kenaikan signifikan. Dalam satu tahun terakhir, saham Perseroan melonjak 104,90 persen dan menguat 394,93 persen dalam periode lima tahun.
Aktivitas perdagangan saham RISE juga terlihat belum terlalu ramai. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp275,9 juta dengan frekuensi perdagangan yang relatif terbatas. Kondisi tersebut mencerminkan saham RISE masih bergerak dalam likuiditas yang tidak terlalu besar dibanding sejumlah emiten properti berkapitalisasi menengah lainnya di Bursa Efek Indonesia.(*)