Logo
>

Begini Perkembangan Pengalihan Saham Buyback ROTI

Nippon Indosari Corpindo mencatat sebagian saham hasil buyback sejak 2021 telah dialihkan.

Ditulis oleh Syahrianto
Begini Perkembangan Pengalihan Saham Buyback ROTI
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) melaporkan perkembangan pengalihan saham hasil pembelian kembali yang telah dilakukan perseroan sejak 2021. (Foto: Dok. Sari Roti)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) melaporkan perkembangan pengalihan saham hasil pembelian kembali yang telah dilakukan perseroan sejak 2021. Hingga akhir Desember 2025, sebagian saham hasil buyback telah dialihkan, sementara porsi lainnya masih tercatat sebagai saham treasuri.

    Manajemen ROTI menyampaikan bahwa pengalihan saham dilakukan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka. Laporan tersebut disampaikan kepada OJK pada 9 Januari 2026 sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi.

    “Pengalihan saham hasil pembelian kembali dilakukan secara bertahap dan mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk aspek harga dan waktu pelaksanaan,” ujar Direktur Nippon Indosari Corpindo, Arief Alfanto, Jumat, 9 Januari 2026.

    Berdasarkan data yang disampaikan, program buyback ROTI telah berlangsung dalam beberapa periode. Pada periode 19 April 2021 hingga 19 Juli 2021, perseroan mencatat jumlah saham yang wajib dialihkan kembali sebanyak 20.206.400 saham dengan harga rata-rata pembelian kembali sebesar Rp1.380,48 per saham.

    Selanjutnya, pada periode 19 Juli 2021 hingga 20 Oktober 2021, jumlah saham hasil buyback tercatat 66.769.400 saham dengan harga rata-rata Rp1.341,69 per saham. Periode berikutnya, dari 19 Oktober 2021 hingga 20 Januari 2022, jumlah saham hasil pembelian kembali meningkat menjadi 145.963.600 saham dengan harga rata-rata Rp1.323,72 per saham.

    Pada periode 19 Januari 2022 hingga 20 April 2022, jumlah saham hasil buyback tercatat 143.722.600 saham dengan harga rata-rata Rp1.320,43 per saham. Sementara itu, pada periode 20 April 2022 hingga 20 Juli 2022, jumlah saham yang dibeli kembali relatif lebih kecil, yakni 7.684.600 saham dengan harga rata-rata Rp1.281,85 per saham.

    Periode berikutnya, dari 20 Juli 2022 hingga 20 Oktober 2022, ROTI mencatat pembelian kembali sebanyak 36.797.300 saham dengan harga rata-rata Rp1.267,23 per saham. Adapun pada periode 19 Oktober 2022 hingga 20 Januari 2023, jumlah saham hasil buyback tercatat 2.110.700 saham dengan harga rata-rata Rp1.251,11 per saham.

    Manajemen juga melaporkan bahwa sebagian saham hasil buyback tersebut telah dialihkan. Tercatat, pada 23 Februari 2024 hingga 15 Mei 2024, sebanyak 2.110.700 saham telah dialihkan dengan harga pengalihan sebesar Rp1.260 per saham.

    Direktur ROTI lainnya, Arlina Sofia, menyatakan bahwa langkah pengalihan saham dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar serta kepentingan perseroan. 

    “Perseroan menjalankan kebijakan ini secara hati-hati agar tetap sejalan dengan tata kelola perusahaan yang baik,” ujarnya.

    Ke depan, perseroan akan terus memantau peluang pengalihan saham treasuri lainnya sesuai dengan ketentuan regulator dan kondisi pasar modal. ROTI menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku dalam setiap aksi korporasi. (*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.