KABARBURSA.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencecar sejumlah pertanyaan kepada manajemen PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) akibat lonjakan saham pada perdagangan 13 Januari 2026.
Pada perdagangan tersebut, BEI mencatat saham TAMA meningkat secara kumulatif sebesar Rp11 atau 22,00 persen dari harga penutupan hari bursa tanggal 8 Januari 2026 pada Rp50 menjadi Rp61.
Selain itu, BEI juga mencatat rata-rata aktivitas meningkat menjadi sebanyak 6.866.033 saham dengan frekuensi 209 kali dibandingkan hari bursa tanggal 8 Januari 2026 sebanyak 4.287.000 saham dengan frekuensi 160 kali.
Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary TAMA, Destry Sianturi mengakui Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek Perseroan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.
Destri menambahkan Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor I-E
"Kewajiban Penyampaian Informasi ketentuan butir point III.2.1. dan IV.2.1. Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Kep-00015/BEI/01-2021," ujar dia dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis, 15 Januari 2026.
Selain itu, lanjut Destri, Perseroan juga tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang sąham tertentu sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.04/2017 Tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka.
Di sisi lain, Destri menyatakan untuk saat ini Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa.
"Perseroan akan melakukan keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan jika terdapat aksi korporasi yang dilakukan oleh Perseroan," pungkasnya.
Sementara itu pada sesi I perdagangan hari ini, Kamis, 15 Januari 2026, saham TAMA tampak stagnan di level Rp67 walaupun saham ini sempat menyentuh level Rp70.
Dalam periode satu minggu, saham emiten bidang jasa konstruksi ini melonjak 34,00 persen, bergerak dari area 50 menuju 67. Penguatan berlanjut lebih agresif dalam rentang satu bulan dengan kenaikan 81,08 persen.
Secara tiga bulan, saham TAMA mencatatkan lonjakan 97,06 persen, sementara dalam periode enam bulan kenaikan harga mencapai 179,17 persen, dari kisaran 24 menuju 67. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.