KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia memasuki awal tahun 2026, bersama Self-Regulatory Organization dan seluruh pemangku kepentingan pasar modal menginisiasi program Pasar Modal Peduli Sumatra sebagai respons atas kebutuhan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra.
Inisiatif tersebut diumumkan langsung saat acara pembukaan perdagangan 2026 di Main Hall BEI, Jakarta pada Jumat, 2 Januari 2025. Acara yang dihadiri jajaran pimpinan otoritas ekonomi dan keuangan nasional, mulai dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, hingga pelaku industri pasar modal. Program ini menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan pasar modal Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga kepedulian sosial.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, mengatakan bahwa program Pasar Modal Peduli Sumatra merupakan wujud nyata sinergi dan tanggung jawab kolektif industri pasar modal terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Pasar modal Indonesia tidak hanya bicara soal transaksi dan kapitalisasi, tetapi juga tentang solidaritas. Melalui Pasar Modal Peduli Sumatra, kami ingin menunjukkan bahwa seluruh ekosistem pasar modal mampu bergerak cepat, kompak, dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan masyarakat,” ujar Iman dalam sambutannya.
Dalam tahap awal, SRO bersama anggota bursa telah berhasil menghimpun dana lebih dari Rp500 juta hanya dalam kurun waktu satu bulan. Dana tersebut menjadi langkah awal untuk mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak, sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi seluruh stakeholder pasar modal.
Iman menegaskan, kebutuhan pemulihan pascabencana di Sumatra masih sangat besar dan memerlukan dukungan berkelanjutan. Oleh karena itu, BEI membuka kesempatan partisipasi sukarela bagi seluruh pemangku kepentingan pasar modal, baik emiten, anggota bursa, profesi penunjang, maupun institusi terkait, yang dimulai sejak awal 2026.
“Skala pemulihan yang dibutuhkan tentu tidak kecil. Karena itu, kami mengajak seluruh stakeholder pasar modal untuk berpartisipasi aktif. Setiap kontribusi memiliki arti penting bagi percepatan pemulihan dan kebangkitan masyarakat Sumatra,” kata Iman.
Sebagai bagian dari rangkaian program, penyerahan bantuan akan dilakukan secara simbolis melalui konser amal pasar modal yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Januari 2026. Acara tersebut akan melibatkan sejumlah musisi nasional sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menggaungkan kepedulian sosial dan memperluas partisipasi publik.
Adapun fokus penyaluran bantuan akan diarahkan pada pembangunan infrastruktur strategis dan berkelanjutan. Di antaranya penyediaan sarana air bersih, restorasi konektivitas wilayah terdampak, serta pembangunan infrastruktur penunjang lain yang krusial bagi pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat pascabencana.
Menurut Iman, pendekatan ini dipilih agar bantuan yang disalurkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa pemulihan yang efektif membutuhkan sinergi antara bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, dan penguatan ekonomi lokal.
“Yang ingin kami dorong adalah pemulihan yang berkelanjutan. Infrastruktur dasar yang pulih akan menjadi fondasi bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas dan membangun kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Program Pasar Modal Peduli Sumatra juga sejalan dengan arah pengembangan jangka menengah BEI melalui Master Plan BEI 2026–2030. Dalam peta jalan tersebut, BEI menargetkan penguatan pasar modal yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai keberlanjutan dan kepedulian sosial.
BEI optimistis, soliditas yang ditunjukkan melalui inisiatif sosial ini akan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia. Lebih dari sekadar penghimpunan dana, langkah ini menjadi simbol bahwa pasar modal mampu hadir sebagai kekuatan kolektif yang tangguh dan responsif dalam menghadapi tantangan nasional.
“Kami percaya, dengan sinergi dan semangat kebersamaan, pasar modal Indonesia dapat terus tumbuh sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” kata Iman.
Bantuan akan diberikan pada 22 Januari 2026 berbarengan dengan acara konser amal. “Penyerahan bantuan akan dilakukan secara simbolis pada konser amal pasar modal 22 Januari 2026. Acara akan melibatkan berbagai musisi terkemuka di Indonesia,” kata dia.(*)