KABARBURSA.COM – Upaya memperkuat ekosistem pasar modal berkelanjutan dan memperluas basis investor syariah semakin digencarkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ketiga November 2025.
Sejumlah agenda strategis digelar, mulai dari kampanye keberlanjutan berskala global hingga acara akbar Medan Sharia Investor City (MAINSTORY) 2025 yang menarik perhatian berbagai pemangku kepentingan.
Di saat yang sama, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan dan kapitalisasi pasar menutup pekan dengan nada positif.
Menjelang akhir pekan, BEI menggelar Ring The Bell for Climate di Main Hall yang menjadi bagian dari kampanye World Federation of Exchanges bersamaan dengan penyelenggaraan COP30 di Belém, Brasil. Acara tersebut dirangkai dengan Pelatihan Modul 6 IDX Net Zero Incubator bertema Carbon Development Project dan Climate Financing.
Selain itu, BEI juga melaksanakan offsetting emisi peserta serta meluncurkan Website IDX Sustainability sebagai pusat informasi ESG yang lebih terstruktur dan mudah diakses investor.
Selanjutnya, pada Jumat 21 November 2025, rangkaian kegiatan Medan Sharia Investor City (MAINSTORY) 2025 diselenggarakan di JW Marriott Medan dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BEI.
Acara dibuka oleh Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik, Kepala OJK Sumatera Utara Khoirul Muttaqien, serta Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution. Sumatera Utara dipilih karena menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan investor saham syariah terbesar di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, BEI memberikan penghargaan Sumatera Utara Provinsi Investor Syariah kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Utara.
Dalam sambutannya, Jeffrey menyampaikan lonjakan signifikan jumlah investor syariah di Indonesia. “Pertumbuhan investor saham syariah sudah meningkat lebih dari 142 persen sejak 2020, dan Sumatera Utara menjadi kontributor penting,” kata Jeffrey dikutip Ahad, 23 November 2025.
Per Oktober 2025, jumlah investor saham syariah mencapai 207.834 investor, di mana 6.178 di antaranya berasal dari Sumatera Utara.
MAINSTORY 2025 juga menjadi ajang penganugerahan bagi berbagai pihak yang berkontribusi pada pengembangan pasar modal syariah. BAZNAS dinobatkan sebagai lembaga filantropi terbaik, sementara PT MNC Sekuritas menjadi AB-SOTS terbaik pada penghargaan penggiat filantropi pasar modal syariah 2025.
BEI turut memberikan apresiasi kepada para pemenang IDX Islamic Challenge 2025 dengan total hadiah lebih dari Rp400 juta. Sejumlah nama dan perusahaan tercatat sebagai pemenang dari berbagai kategori, termasuk PT Phintraco Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Phillip Sekuritas Indonesia, MNC Sekuritas, dan sejumlah Galeri Investasi Syariah di berbagai daerah.
Selain penghargaan utama, acara juga diramaikan talk show bertajuk Diversify Your Portfolio the Sharia Way yang menghadirkan perencana keuangan, manajer investasi, dan komunitas investor syariah.
IHSG Sepekan: Menguat ke Level 8.414
Sementara itu, data perdagangan BEI periode 17 sampai 21 November 2025 mencatat pergerakan bervariasi. IHSG menutup pekan di level 8.414,352 atau naik 0,52 persen dari posisi 8.370,436 pada pekan sebelumnya.
Kapitalisasi pasar juga meningkat 0,49 persen menjadi Rp15.391 triliun dari Rp15.316 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian turun 8,45 persen menjadi Rp21,37 triliun dari Rp23,34 triliun.
Rata-rata frekuensi transaksi harian melemah 14,01 persen menjadi 2,32 juta kali dari 2,7 juta kali transaksi pada pekan lalu. Volume transaksi harian pun terkoreksi 27,20 persen menjadi 39,28 miliar lembar saham dibandingkan 53,95 miliar lembar pada periode sebelumnya.
Investor asing pada perdagangan Jumat mencatatkan nilai jual bersih Rp26,32 miliar, dan sepanjang 2025 mencatatkan net sell senilai Rp50,32 triliun.
Secara keseluruhan, agenda keberlanjutan dan penguatan pasar modal syariah yang digelar BEI sepanjang pekan ini menjadi sinyal kuat bahwa Bursa terus menempatkan ESG dan inklusi keuangan sebagai prioritas strategis.
Dengan penguatan ekosistem, peningkatan jumlah investor, serta kinerja IHSG yang stabil, ia berharap prospek pasar modal Indonesia menjelang akhir 2025 dinilai semakin solid.(*)