Logo
>

Belanja Ritel Tembus Rp1,1 Triliun saat Asing Lepas Barang Rp2,6

Investor ritel lewat Stockbit (XL) cetak net buy Rp1,1 triliun saat tiga broker asing buang banyak saham.

Ditulis oleh Syahrianto
Belanja Ritel Tembus Rp1,1 Triliun saat Asing Lepas Barang Rp2,6
Rekapitulasi data top broker periode 22 hingga 26 Juni 2026 merekam transaksi yang tajam antara pergerakan dana lokal dan global. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Investor ritel domestik menyerap masif aksi pasok saham oleh institusi asing di pasar reguler sepanjang pekan keempat Juni 2026. 

Rekapitulasi data top broker periode 22 hingga 26 Juni 2026 merekam transaksi yang tajam antara pergerakan dana lokal dan global. 

Saat jajaran sekuritas asing membukukan aksi jual bersih (net sell) berskala besar, broker ritel lokal justru mencetak akumulasi beli bersih (net buy) yang signifikan. Pergeseran volume ini menjaga likuiditas perdagangan harian tetap tebal di bursa efek.

Kekuatan serapan domestik ini bertumpu pada Stockbit Sekuritas Digital (XL) yang mencatatkan net buy sebesar Rp1,1 triliun. Broker yang mendominasi pergerakan investor ritel ini membukukan nilai pembelian Rp8,1 triliun dan nilai penjualan Rp7,0 triliun. Total nilai transaksi XL bertengger di posisi kedua tertinggi mencapai Rp15,1 triliun. Aktivitas ritel lewat sekuritas ini juga menggerakkan total volume hingga 44,1 miliar lembar saham.

Selain XL, partisipasi tinggi investor publik tercermin dari total frekuensi transaksi yang menembus angka 5,0 juta kali dalam sepekan. Angka operasional ini menempatkan platform digital tersebut sebagai motor utama likuiditas harian di pasar reguler. 

Di sisi lain, Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) ikut menyokong akumulasi domestik dengan membukukan net buy Rp331,5 miliar. YP mencatat nilai transaksi Rp6,4 triliun dengan frekuensi 1,0 juta kali.

Sebaliknya, tekanan jual utama berasal dari tiga sekuritas besar yang secara akumulatif melepas portofolio senilai Rp2,6 triliun. 

Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) menjadi broker dengan aksi distribusi terbesar, yakni membukukan net sell Rp1,4 triliun. Nilai penjualan ZP mencapai Rp5,4 triliun, sementara nilai pembeliannya hanya bertahan pada angka Rp4,0 triliun. Transaksi ZP sepanjang pekan bergulir dengan total volume 8,2 miliar lembar saham.

Aksi pelepasan aset ini kian bertambah akibat tekanan jual dari UBS Sekuritas Indonesia (AK) dan Mandiri Sekuritas (CC). Broker AK menempati urutan pertama dari segi nilai transaksi, yaitu sebesar Rp15,9 triliun. Namun, AK mencatatkan net sell sebesar Rp649,4 miliar yang dipicu oleh tingginya nilai penjualan sebesar Rp8,3 triliun. Sepanjang periode ini, frekuensi perdagangan harian broker AK mencapai 1,4 juta kali transaksi.

Sementara itu, CC berada di peringkat ketiga dengan total nilai transaksi sebesar Rp13,8 triliun. Broker ini membukukan nilai penjualan Rp7,2 triliun berbanding nilai pembelian Rp6,6 triliun, sehingga menghasilkan net sell Rp639,4 miliar. Total volume saham yang ditransaksikan CC mencapai 19,6 miliar lembar dengan frekuensi 1,6 juta kali. 

Penataan portofolio makro oleh ketiga broker besar inilah yang membentuk angka distribusi total sebesar Rp2,6 triliun di bursa.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.