KABARBURSA.COM - Sejak kabar divestasi sekitar 1,7 miliar saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) oleh Prajogo Pangestu mencuat, pergerakan saham CUAN memang belum mampu keluar dari tekanan.
Harga yang sempat diperdagangkan di atas Rp800 kini telah turun ke Rp565 setelah kembali melemah 9,60 persen pada perdagangan terakhir. Koreksi tersebut membuat banyak investor mulai bertanya, apakah CUAN sudah berada di harga termurah atau justru masih berisiko melanjutkan penurunan?
Jika melihat data pergerakan sepanjang Juni, tekanan jual memang masih mendominasi. Dalam dua pekan terakhir, asing lebih banyak mencatatkan distribusi dibanding akumulasi.
Pada 26 Juni misalnya, nilai jual asing mencapai Rp43,03 miliar, jauh lebih besar dibanding pembelian Rp28,05 miliar, sehingga membukukan net foreign sell hampir Rp15 miliar. Sehari sebelumnya, tekanan serupa juga terjadi dengan net sell Rp9,51 miliar.
Bahkan sejak pertengahan Juni, arus dana asing lebih sering keluar dibanding masuk.
Teknikal Kasih Signal Strong Sell
Tekanan tersebut juga tercermin dari indikator teknikal. Hampir seluruh indikator utama masih memberikan sinyal strong sell. RSI berada di kisaran 33 yang menunjukkan momentum masih lemah meski mulai mendekati area jenuh jual.
Sementara itu, MACD masih berada di zona negatif, menandakan tren turun belum sepenuhnya berakhir. Seluruh moving average, mulai dari MA5 hingga MA200, juga masih berada di atas harga saat ini sehingga belum ada konfirmasi pembalikan tren yang kuat.
Namun, CUAN tidak otomatis terus tertekan. Dalam pendekatan Elliott Wave, posisi saham ini diperkirakan sedang berada pada wave B dari wave (A). Artinya, pelemahan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari fase koreksi dan mulai mendekati area yang menarik untuk dicermati sebagai peluang akumulasi bertahap.
Strategi CUAN
Karena itu, strategi yang lebih disarankan bukan mengejar harga saat saham memantul, melainkan menerapkan buy on weakness pada kisaran Rp520-Rp550. Area tersebut diperkirakan menjadi zona support yang lebih ideal apabila tekanan jual masih berlanjut dalam jangka pendek.
Apabila area tersebut mampu bertahan, peluang rebound menuju Rp720 terbuka sebagai target awal. Jika momentum beli kembali menguat dan tekanan distribusi mulai mereda, kenaikan berpotensi berlanjut hingga Rp830.
Namun, disiplin terhadap manajemen risiko tetap menjadi kunci. Jika harga turun di bawah Rp482, skenario rebound diperkirakan batal sehingga investor sebaiknya melakukan stop loss.
Lantas, benarkah CUAN sudah berada di harga termurah setelah divestasi Prajogo Pangestu?
Jawabannya, belum tentu. Memang, dibanding posisi sebelum aksi divestasi, harga CUAN sudah turun cukup dalam dan valuasinya menjadi jauh lebih rendah.
Namun, dari sudut pandang teknikal, belum ada sinyal kuat bahwa tekanan jual telah selesai. Selama indikator momentum masih didominasi sinyal jual dan arus dana asing belum kembali stabil, peluang volatilitas tetap tinggi.
Dengan demikian, investor sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa CUAN telah mencapai titik terendah. Pendekatan yang lebih bijak adalah menunggu harga memasuki area akumulasi yang direkomendasikan sambil memperhatikan apakah tekanan jual mulai berkurang.
Jika support mampu bertahan dan volume beli kembali meningkat, peluang rebound akan semakin terbuka. Sebaliknya, apabila level Rp482 ditembus, pasar masih berpotensi mencari titik keseimbangan yang lebih rendah sebelum membentuk tren naik baru.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.