Logo
>

Belum Ada Realisasi Capex, Dana IPO SUPA Masih Terparkir

Laporan penggunaan dana menunjukkan ekspansi SUPA belum berjalan. Sebagian besar dana hasil IPO masih ditempatkan di instrumen likuid.

Ditulis oleh Syahrianto
Belum Ada Realisasi Capex, Dana IPO SUPA Masih Terparkir
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) melaporkan bahwa hingga akhir Desember 2025, perseroan belum merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex). (Foto: Dok. Superbank)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) melaporkan bahwa hingga akhir Desember 2025, perseroan belum merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) dari dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). 

    Berdasarkan keterbukaan informasi dari laporan realisasi penggunaan dana, seluruh alokasi capex masih belum digunakan meski SUPA telah menghimpun dana jumbo dari pasar modal.

    Manajemen SUPA, dalam keterangan tertulisnya, menyampaikan bahwa dana IPO masih difokuskan pada penyaluran kredit dan pengelolaan likuiditas. 

    “Perseroan telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit, sementara sisa dana ditempatkan pada instrumen yang aman dan likuid,” tulis manajemen SUPA dalam laporan yang ditandatangani Direktur Kepatuhan Amalia Pratantara dan Direktur Keuangan Melisa Hendrawati, Kamis, 15 Januari 2026.

    SUPA mencatat dana bruto hasil IPO sebesar Rp2,79 triliun, dengan dana bersih setelah biaya penawaran umum mencapai Rp2,73 triliun. 

    Dari jumlah tersebut, perseroan merencanakan penggunaan dana untuk dua pos utama, yakni modal kerja penyaluran kredit sebesar Rp1,91 triliun dan belanja modal sebesar Rp819,23 miliar.

    Namun hingga 31 Desember 2025, realisasi penggunaan dana baru mencapai Rp1,29 triliun dan seluruhnya dialokasikan untuk penyaluran kredit. 

    Dengan demikian, belum terdapat realisasi belanja modal sama sekali, sementara sisa dana hasil IPO tercatat masih mencapai Rp1,44 triliun.

    Dana yang belum digunakan tersebut ditempatkan pada Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI) dengan skema overnight. Penempatan ini memberikan imbal hasil sebesar 3,75 persen per tahun dan bersifat jangka sangat pendek, sehingga dana tetap berada dalam kondisi likuid.

    Dari sisi struktur biaya, SUPA mengeluarkan biaya penawaran umum sebesar Rp67,43 miliar. Komponen terbesar berasal dari management fee sebesar Rp27,98 miliar, disusul biaya lain-lain seperti pencetakan prospektus, iklan, pemasaran, dan pajak senilai Rp24,79 miliar. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.