Logo
>

Bitcoin Belum Pulih, Ke Sini Arah Mainnya Hari ini

Reli tiga hari memang mengangkat harga, tapi pasar belum ikut merayakan. Funding rate rendah, minat ritel minim, dan tekanan global membuat arah Bitcoin masih penuh tanda tanya.

Ditulis oleh Yunila Wati
Bitcoin Belum Pulih, Ke Sini Arah Mainnya Hari ini
Ilustrasi pergerakan bitcoin hari ini. Foto: AI untuk KabarBursa.

KABARBURSA.COM Bitcoin bergerak dalam fase konsolidasi rapuh pada perdagangan Jumat, 16 Januari 2026, setelah reli tiga hari sebesar hampir 8 persen yang memaksa likuidasi posisi short senilai USD465 juta. 

Namun reli ini belum membentuk struktur bullish yang solid. Harga global BTC bertahan di area USD95.500, sementara dalam denominasi rupiah, Bitcoin berada di kisaran Rp1,612 miliar per koin, turun 1,29 persen pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026.

Dari grafik konversi BTC/IDR, terlihat bahwa pelemahan hari ini bukan impulsif. Harga sempat menyentuh area Rp1,64 miliar, namun gagal bertahan dan kembali turun secara bertahap. Polanya menunjukkan distribusi ringan, bukan panic sell, yang artinya tekanan jual datang dari aksi profit-taking, bukan pelarian massal.

Jika disandingkan dengan chart USD-nya, Bitcoin global mencatat high harian di USD97.176, low di USD95.066, dan kini bergerak di USD95.520. Struktur candlestick memperlihatkan adanya rejection di area atas, tepat di bawah resistance psikologis USD98.000. Pasar sepertinya belum siap menembus level tersebut secara meyakinkan.

Reli Tanpa Partisipasi Ritel

Data derivatif memperkuat sinyal kehati-hatian ini. Funding rate perpetual futures, atau biaya berkala yang dibayarkan antara trader long dan short untuk menjaga harga kontrak perpetual tetap dekat dengan harga spot (pasar asli), hanya berada di sekitar 4 persen.

Angka ini jauh di bawah zona netral sehat di kisaran 8–12 persen. Ini berarti minat untuk membuka posisi long agresif masih terbatas.

Padahal, reli tiga hari terakhir sudah cukup untuk memancing euforia jika sentimen benar-benar berubah. Namun fakta bahwa ini tidak terjadi, menunjukkan bahwa pasar belum percaya kenaikan ini akan berkelanjutan.

Likuidasi short di USD465 memang menciptakan dorongan teknikal, tetapi bukan permintaan organik. Setelah posisi short habis disapu, harga justru kehilangan bahan bakarnya.

Risk-On Tidak Otomatis Mengalir ke Crypto

Secara makro, kondisi global sebenarnya sedang risk-on. Nasdaq hanya 1,6 persen dari rekor tertinggi, didorong oleh lonjakan laba TSMC sebesar 35 persen. Emas dan perak juga menguat, dengan perak naik 28 persen dalam dua minggu.

Namun Bitcoin tidak ikut berpesta. Ini menjadi sinyal penting. Selama ini, narasi Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi sering dikedepankan. Tapi data menunjukkan bahwa saat pasar benar-benar mencari perlindungan, dana justru mengalir ke aset konvensional.

Google Trends mengonfirmasi hal ini. Minat pencarian global untuk kata “crypto” berada di level 27 dari skala 100, mendekati titik terendah 12 bulan. Artinya, ritel belum kembali.

Risiko Geopolitik Masih Jadi Beban

Ada faktor lain yang ikut menahan laju Bitcoin, yaitu ketidakpastian geopolitik dan politik moneter.

Penyelidikan Departemen Kehakiman AS terkait renovasi gedung Federal Reserve menimbulkan spekulasi bahwa independensi bank sentral bisa tertekan. Masa jabatan Jerome Powell yang berakhir pada April 2026, memunculkan ekspektasi stimulus lebih agresif di paruh kedua tahun ini.

Namun bagi pasar kripto, ini justru menambah lapisan risiko, bukan kepastian. 

Ancaman eskalasi konflik Iran dan ketegangan di Timur Tengah juga memperbesar ketidakpastian. Bitcoin belum terbukti menjadi safe haven dalam situasi semacam ini. Dan dalam banyak episode, kripto justru menjadi aset pertama yang dilepas saat volatilitas melonjak.

BTC/IDR: Tertekan oleh Kurs dan Sentimen

Dalam rupiah, tekanan terasa lebih nyata. Penurunan BTC/IDR sebesar Rp21,1 juta hari ini menunjukkan bahwa bukan hanya harga global yang melemah, tetapi juga tidak ada minat beli agresif dari pasar domestik.

Sementara itu, beberapa altcoin justru terkoreksi lebih dalam:

  • Dogecoin turun 4,49 persen
  • Cardano turun 4,97 persen
  • Ether relatif stabil, turun tipis 0,0092 persen
  • Litecoin juga melemah ringan

Ini mengindikasikan bahwa risk appetite di kripto belum pulih. Tidak ada rotasi agresif dari Bitcoin ke altcoin. Biasanya, saat sentimen membaik, altcoin akan memimpin. Namun ini tidak terjadi.

Meski ritel masih absen, permintaan institusional tetap menopang pasar. Industri ETF Bitcoin spot kini mengelola aset lebih dari USD120 miliar. Perusahaan publik mengikuti jejak strategi (MSTR) dengan akumulasi Bitcoin lebih dari USD105 miliar. 

Ini menjadi bantalan struktural yang tidak dimiliki Bitcoin pada siklus sebelumnya. Artinya, penurunan cenderung tertahan, tetapi kenaikan juga tidak akan eksplosif tanpa ritel.

Lalu, Ke Mana Arah Bitcoin Hari Ini?

Untuk hari ini, arah Bitcoin lebih condong ke fase sideways to weak.

Secara teknikal:

  • Resistance kuat: US$97.900–98.000
  • Support dekat: US$95.000
  • Support lanjutan: US$93.500–94.000

Selama tidak ada volume baru yang masuk dan funding rate tetap rendah, Bitcoin cenderung bergerak mendatar atau terkoreksi ringan. Dalam rupiah, ini berarti kisaran Rp1,60–1,63 miliar menjadi area permainan hari ini.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79