KABARBURSA.COM - Pergerakan Bitcoin pada awal perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, menunjukkan dinamika yang relatif seimbang antara tekanan jangka pendek dan struktur tren yang masih terjaga. Dalam denominasi rupiah, harga Bitcoin berada di kisaran Rp1,479 miliar per BTC, melemah sangat tipis sekitar 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Fluktuasi intraday terlihat cukup cepat di awal sesi Asia, dengan pergerakan turun sesaat sebelum kembali stabil. Sepertinya ada aktivitas ambil untung jangka pendek yang masih kuat.
Namun di pasar global, Bitcoin justru mempertahankan bias positif. Harga BTC tercatat di sekitar USD88.542, menguat lebih dari 1 persen dibandingkan hari sebelumnya. Rentang pergerakan harian berada di area USD87.361 hingga USD88.799. Minat beli masih cukup kuat setiap kali harga mendekati area bawah.
Dari sisi teknikal, gambaran Bitcoin hari ini cenderung netral dengan bias positif terbatas. Indikator-indikator momentum memberikan sinyal yang bercampur. RSI berada di level sekitar 49, yang mencerminkan kondisi seimbang tanpa tekanan beli atau jual yang dominan. Namun indikator Stochastic dan Stochastic RSI sudah berada di area beli berlebih, mengindikasikan bahwa ruang kenaikan jangka sangat pendek mulai terbatas dan rawan terjadi pullback minor.
MACD juga berada di zona jual, menandakan momentum kenaikan belum sepenuhnya solid, sementara ADX yang berada di atas 40 menunjukkan tren yang sebenarnya cukup kuat, meski sedang kehilangan tenaga dorong.
Struktur moving average juga memperlihatkan kondisi tarik-menarik. Rata-rata jangka pendek hingga menengah seperti MA5, MA10, dan MA20 masih berada di bawah harga dan memberi sinyal beli, yang berarti tren jangka pendek masih konstruktif.
Sebaliknya, MA50 hingga MA200 masih berada di atas harga dan memberi sinyal jual, mencerminkan bahwa secara jangka menengah-panjang Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi besar setelah reli kuat sebelumnya. Kondisi ini lazim terjadi pada aset yang sedang mencari arah baru setelah kenaikan signifikan.
Level-level teknikal harian menunjukkan area pivot di sekitar Rp1,483 miliar. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas area support kuat di kisaran Rp1,477–1,466 miliar, tekanan penurunan masih tergolong sehat dan bersifat teknikal.
Di sisi atas, area Rp1,495–1,501 miliar menjadi zona uji penting yang jika ditembus dengan volume kuat dapat membuka ruang kenaikan lanjutan. Namun tanpa katalis tambahan, pergerakan hari ini cenderung bergerak dalam rentang tersebut.
Dengan kondisi seperti ini, rekomendasi untuk perdagangan Bitcoin sepanjang hari ini lebih condong ke pendekatan wait and trade on range. Bagi pelaku jangka pendek, pembelian spekulatif lebih ideal dilakukan saat harga mendekati area support dengan target terbatas, sambil tetap disiplin terhadap risiko karena indikator overbought sudah mulai muncul.
Untuk investor jangka menengah, struktur harga global yang masih berada di atas area konsolidasi sebelumnya menunjukkan bahwa tren besar belum rusak, sehingga posisi yang sudah dimiliki masih relevan untuk dipertahankan sambil menunggu konfirmasi arah berikutnya.
Secara keseluruhan, Bitcoin hari ini bergerak dalam fase menimbang arah. Harga global masih menunjukkan kekuatan, sementara pergerakan dalam rupiah relatif stabil dengan volatilitas yang terkendali.
Pasar belum memberi sinyal agresif untuk reli lanjutan, tetapi juga belum menunjukkan tanda distribusi besar. Ini menjadikan Bitcoin lebih cocok diperlakukan sebagai aset yang sedang beristirahat sejenak, bukan sebagai aset yang harus dikejar di harga tinggi pada perdagangan hari ini.(*)