Logo
>

Bitcoin Terkerek Sentimen Damai AS-Iran, Naik 0,76 Persen

Bitcoin menguat tipis di kisaran USD63.883 meski ETF mencatat arus keluar miliaran dolar, didukung sentimen positif global dan akumulasi investor institusi.

Ditulis oleh Yunila Wati
Bitcoin Terkerek Sentimen Damai AS-Iran, Naik 0,76 Persen
Harga Bitcoin naik 0,76 persen dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran USD63.883. (Foto: KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Bitcoin kembali menunjukkan karakter yang membuatnya berbeda dari aset lainnya. Harganya naik 0,76 persen dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran USD63.883. 

Selama beberapa pekan terakhir, sentimen global mulai berubah. Harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran membuat investor kembali berani mengambil risiko. Wall Street menguat, harga minyak turun, dan Bitcoin ikut menikmati aliran sentimen positif tersebut.

Dari level sekitar USD61.100, Bitcoin perlahan naik hingga menembus USD63.400. Kenaikan itu memang belum spektakuler, tetapi cukup menunjukkan bahwa aset kripto terbesar di dunia ini masih menjadi pilihan utama ketika selera risiko mulai kembali pulih.

Perubahan perilaku investor juga terlihat di dalam pasar kripto sendiri. Dana yang sebelumnya mengalir ke berbagai altcoin mulai kembali terkonsentrasi pada Bitcoin. 

Dominasi Bitcoin naik menjadi sekitar 58,6 persen, sementara Altcoin Season Index turun lebih dari 8 persen. Pelaku pasar lebih memilih aset yang dianggap paling matang dan memiliki likuiditas tinggi.

ETF Bircoin Spot AS Menyusut

Namun perjalanan Bitcoin belum sepenuhnya mulus.

Tekanan terbesar justru datang dari produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Sepanjang Juni, investor menarik dana bersih sekitar USD2,1 miliar dari instrumen tersebut, setelah sebelumnya terjadi arus keluar sekitar USD2,4 miliar pada Mei.

Akibatnya, total aset yang dikelola ETF Bitcoin menyusut dari sekitar USD109 miliar menjadi hanya USD77 miliar sejak pertengahan Mei. Fenomena tersebut berjalan seiring dengan koreksi harga Bitcoin dari kisaran USD81.000 hingga sempat turun di bawah USD60.000.

Meski demikian, keluarnya dana dari ETF tidak selalu berarti investor kehilangan kepercayaan terhadap Bitcoin. Sebagian besar arus keluar berasal dari strategi arbitrase yang telah selesai dijalankan, sementara sebagian modal lainnya berpindah ke saham teknologi dan perusahaan kecerdasan buatan yang sedang menjadi pusat perhatian pasar global.

Investor Besar Borong Bitcoin

Di sisi lain, justru muncul pembeli baru yang memperkuat fondasi harga Bitcoin.

Bitcoin Corporation America, anak usaha Hut 8, menambah kepemilikannya sebanyak 623 BTC hanya dalam waktu tujuh hari. Sebanyak 542 Bitcoin dibeli langsung dari pasar, sementara sisanya berasal dari aktivitas penambangan. Dengan tambahan tersebut, total kepemilikan perusahaan mencapai 4.941 BTC.

Pergerakan investor besar ini memberikan sinyal bahwa institusi masih melihat Bitcoin sebagai aset strategis untuk jangka panjang meskipun volatilitas jangka pendek masih tinggi.

Data on-chain juga memperlihatkan kondisi yang cukup menarik. Sebagian besar pemegang Bitcoin masih berada dalam posisi untung meski harga telah mengalami koreksi selama beberapa bulan terakhir. Pada siklus-siklus sebelumnya, kondisi seperti ini sering menjadi fase konsolidasi sebelum pasar kembali membangun tren kenaikan baru.

Teknikal: Minat Pembeli Mulai Naik

Dari sisi teknikal, Bitcoin memang masih menghadapi tantangan. Harga saat ini masih berada sekitar 4,5 persen di bawah rata-rata pergerakan 100 hari yang berada di kisaran USD66.879. Kondisi tersebut menunjukkan tren jangka menengah masih berada di bawah tekanan.

Namun indikator Relative Strength Index (RSI) mulai memberikan sinyal berbeda. Nilai RSI berada di sekitar 57,36 dan membentuk bullish divergence selama satu bulan terakhir. Artinya, tekanan jual mulai melemah meskipun harga belum berhasil menembus area resistensi utama.

Dengan kata lain, tenaga penjual mulai berkurang sementara minat beli perlahan kembali muncul.

Menariknya lagi, komunitas pengembang Bitcoin juga terus mempersiapkan masa depan jaringan tersebut. Salah satu proposal terbaru membahas metode transaksi yang tahan terhadap ancaman komputasi kuantum. 

Walaupun implementasinya masih membutuhkan biaya sekitar USD75 hingga USD150 per transaksi dan kemungkinan baru relevan beberapa tahun ke depan, langkah tersebut menunjukkan bahwa ekosistem Bitcoin terus beradaptasi menghadapi perkembangan teknologi.

Kini perhatian investor tertuju pada level psikologis USD63.000 yang menjadi area pertahanan penting. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang menuju area USD66.879 hingga USD70.000 masih terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, terutama setelah keputusan Federal Reserve dan perkembangan arus dana ETF, maka level USD60.000 akan kembali menjadi titik perhatian pasar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79