KABARBURSA.COM - Direktur Utama PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), Yulisar Khiat tercatat melakukan pembelian saham yang berdampak pada kenaikan porsi hak suaranya.
Merujuk laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Yulisar terpantau membeli saham HEAL pada Selasa, 30 Desember 2025 dengan total yang diakusisi sebanyak 11.274.200 saham di harga Rp1.387.
Transaksi ini membuat Yusilar meningkatkan jumlah kepemilikan menjadi 986.829.166 saham. Sebelumnyam, ia tercatat menggenggam 975.554.966 saham.
Dalam laporan itu disebutkan, bahwa peningkatan kepemilikan ini turut mendorong kenaikan hak suara Yulisar dari 6,35 persen menjadi 6,42 persen. Adapun tujuan transaksi ini untuk investasi.
Disebutkan, Yulisar juga menegaskan bahwa status pengendalian atas PT Medikaloka Hermina Tbk tetap dipertahankan setelah transaksi pembelian saham tersebut.
Adapun pada sesi I perdagangan Senin, 5 Januari 2026, saham HEAL melemah sebesar 0,72 persen atau turun 10 poin ke ke level Rp1.370.
Namun setelah sesi II dibuka, saham emiten rumah sakit ini meningkat hingga menyentuh ke level Rp1.430.
Mengutip data Stockbit, saham HEAL menunjukkan penguatan harga dalam jangka pendek, meski secara menengah hingga panjang pergerakannya masih berada dalam fase koreksi.
Berdasarkan data price performance, saham HEAL menguat kenaikan 4,36 persen dalam sepekan terakhir di kisaran harga 1.335 hingga 1.435.
Namun, dalam horizon waktu yang lebih panjang, tekanan masih terlihat. Secara bulanan, saham HEAL terkoreksi 1,03 persen dengan pergerakan harga antara 1.335 hingga 1.450.
Koreksi lebih dalam tercatat pada periode tiga bulan dengan pelemahan 13,55 persen, di rentang harga 1.335 hingga 1.650.
Dalam periode enam bulan, saham HEAL turun 3,04 persen dan bergerak di kisaran 1.335 hingga 1.775. Sementara itu, secara year on year, saham ini tercatat melemah 8,89 persen dengan rentang harga 920 hingga 1.775. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.