KABARBURSA.COM - Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengakselerasi agenda restrukturisasi BUMN Karya. Langkah ini ditempuh melalui penguatan tata kelola korporasi, pembenahan laporan keuangan, serta pengetatan kepatuhan terhadap kerangka regulasi yang berlaku.
Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa arah kebijakan tersebut dirancang untuk menata ulang sektor konstruksi nasional agar lebih solid. Lebih bersih. Lebih dapat dipertanggungjawabkan di hadapan publik.
“Transformasi tidak semata berporos pada aspek finansial,” ujarnya di Jakarta, Kamis. Ia menekankan bahwa pembenahan juga merambah dimensi tata kelola, disiplin regulasi, serta peningkatan transparansi yang kian krusial di tengah sorotan publik.
Pernyataan itu disampaikan dalam forum strategis yang mempertemukan jajaran direksi seluruh BUMN Karya. Agenda utamanya jelas: merumuskan percepatan transformasi sekaligus mengurai simpul-simpul permasalahan yang selama ini membebani kinerja perusahaan.
Dalam forum tersebut, BP BUMN dan Danantara memberi penekanan tajam pada urgensi penyusunan laporan keuangan yang lebih realistis. Bukan sekadar formalitas administratif, melainkan cerminan kondisi riil yang kredibel dan dapat diuji.
Di saat bersamaan, prinsip transparansi dan kepatuhan regulatif ditegaskan sebagai fondasi yang tak bisa ditawar. Restrukturisasi, dalam konteks ini, bukan hanya proses teknokratis, tetapi juga upaya membangun ulang integritas kelembagaan.
Dony menilai penguatan tata kelola dan pembenahan kinerja finansial harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Tanpa itu, fondasi korporasi akan rapuh dan rentan terhadap tekanan eksternal.
Lebih jauh, langkah ini diyakini mampu memulihkan—bahkan meningkatkan—kepercayaan para pemangku kepentingan. Sebuah faktor krusial di tengah dinamika industri konstruksi yang semakin kompetitif.
“Melalui langkah ini, BUMN Karya diharapkan menjadi entitas yang lebih sehat, kredibel, serta memiliki daya saing yang kokoh,” katanya.
BP BUMN dan Danantara pun membidik restrukturisasi yang tidak sporadis, melainkan terukur dan terarah. Tujuannya ambisius namun strategis: menjadikan BUMN Karya sebagai tulang punggung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, ikhtiar ini tidak berhenti pada perbaikan internal perusahaan. Lebih luas dari itu, restrukturisasi diharapkan mampu mempertebal kontribusi BUMN Karya terhadap perekonomian nasional—sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(*)