Logo
>

Emiten Buangan MSCI jadi Top Gainers, IHSG ke 6.195

CUAN, AMRT hingga AMMN mendadak jadi motor penguatan IHSG di tengah rebound sektor energi dan reli pasar Asia yang masih dibayangi isu Timur Tengah.

Ditulis oleh Yunila Wati
Emiten Buangan MSCI jadi Top Gainers, IHSG ke 6.195
Emiten seperti CUAN, AMRT, hingga AMMN masuk dalam daftar penggerak utama penguatan pasar. (Foto: dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan Selasa, 2 Juni 2026. IHSG ditutup menguat 68 poin atau naik 1,11 persen ke level 6.195 setelah sempat bergerak fluktuatif di sepanjang sesi perdagangan.

Kenaikan indeks kali ini menarik perhatian pasar karena ditopang saham-saham yang sebelumnya justru tersingkir dari indeks MSCI. Emiten seperti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), hingga PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) masuk dalam daftar penggerak utama penguatan pasar.

Volume perdagangan tercatat mencapai 305,8 juta lot dengan nilai transaksi Rp24,67 triliun. Aktivitas transaksi yang tetap besar menunjukkan minat pasar masih cukup aktif memburu saham-saham dengan momentum kuat meski volatilitas global belum sepenuhnya reda.

Di jajaran saham unggulan LQ45, CUAN menjadi salah satu pusat perhatian pasar setelah melanjutkan penguatan seiring sentimen ekspansi grup dan proyeksi peningkatan produksi batubara jangka panjang. AMRT juga kembali bergerak agresif setelah mulai muncul akumulasi asing pasca perubahan komposisi indeks MSCI.

Selain itu, AMMN, MEDC, SMGR, AKRA, dan BBRI ikut menopang pergerakan IHSG di zona hijau. Kenaikan saham-saham tersebut membuat tekanan dari sektor defensif dan konsumsi menjadi relatif tertahan sepanjang perdagangan.

Pasar terlihat mulai melakukan rotasi ke saham-saham berbasis energi dan komoditas. Hal tersebut tercermin dari sektor energi yang menjadi sektor dengan penguatan paling tinggi setelah naik 1,61 persen.

Beberapa saham energi yang memimpin penguatan antara lain PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Rebound sektor energi terjadi ketika pasar mulai kembali memperhatikan pergerakan harga komoditas dan potensi perbaikan margin emiten energi.

Di sisi lain, sektor kesehatan justru menjadi pemberat utama indeks setelah turun 2,26 persen. Pelemahan sektor tersebut dipicu tekanan pada saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA).

Sementara dari kelompok saham LQ45, tekanan juga terlihat pada PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), serta KLBF.

AI Perkuat Bursa Asia

Pergerakan IHSG hari ini juga sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang bergerak menguat meski pasar global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Investor terlihat mulai kembali masuk ke saham-saham teknologi dan artificial intelligence setelah tekanan aksi ambil untung mulai mereda.

Indeks Hang Seng Hong Kong menjadi yang paling agresif setelah melesat 2,52 persen ke level 26.038. Reli pasar Hong Kong terjadi bersamaan dengan penguatan indeks-indeks utama China seperti Shanghai Composite yang naik 0,43 persen, Shenzhen Component menguat 1,63 persen, dan CSI 300 bertambah 1,45 persen.

Sebaliknya, pasar Jepang justru bergerak melemah. Indeks Nikkei225 turun 0,30 persen ke level 66.734 dan Topix terkoreksi 0,42 persen ke posisi 3.924.

Pasar Korea Selatan sempat bergerak kuat di awal sesi sebelum akhirnya kehilangan momentum. Indeks Kospi hanya mampu ditutup naik tipis 0,15 persen setelah investor mulai mencermati lonjakan inflasi Korea Selatan yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua tahun.

Analis pasar IG di Sydney, Fabien Yip, mengatakan pelemahan sementara saham teknologi lebih banyak dipicu aksi ambil untung dibanding perubahan sentimen besar terhadap tema AI global.

“Ini bukan penilaian ulang perdagangan AI; ini adalah aksi ambil untung setelah kenaikan yang luar biasa,” ujar Yip seperti dikutip Reuters.

Pasar global juga masih memantau perkembangan negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali mengalami hambatan. Namun pelaku pasar mulai terlihat lebih terbiasa dengan dinamika tarik-ulur negosiasi tersebut sehingga reaksi pasar menjadi lebih terbatas dibanding beberapa pekan sebelumnya.

Rupiah Sentuh 17.839

Di pasar mata uang Asia, rupiah masih berada dalam tekanan dan ditutup melemah 0,19 persen ke level Rp17.839 per dolar AS. Sementara dolar AS sendiri cenderung stabil dengan indeks dolar bertahan di area 99,15.

Pergerakan mata uang Asia lainnya cenderung mixed. Dolar Australia menguat 0,35 persen, baht Thailand naik 0,16 persen, sedangkan rupee India justru melemah 0,25 persen terhadap dolar AS.

Pasar kini mulai memperhatikan apakah penguatan saham-saham eks MSCI hari ini hanya sebatas technical rebound atau mulai menjadi sinyal rotasi baru di pasar domestik. Sebab dalam beberapa sesi terakhir, saham-saham yang sempat ditekan akibat perubahan indeks justru mulai kembali menjadi pusat perhatian pelaku pasar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79