Logo
>

Bursa Eropa Terkoreksi, Optimisme Angkat Senjata Mulai Memudar

Kini, pelaku pasar kembali bersikap hati-hati. Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dinilai rapuh

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Bursa Eropa Terkoreksi, Optimisme Angkat Senjata Mulai Memudar
Ilustrasi Bursa Saham Eropa. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Kamis. Koreksi ini terjadi setelah reli impresif—terkuat dalam lebih dari empat tahun—yang sebelumnya mengangkat sentimen pasar. Kini, pelaku pasar kembali bersikap hati-hati. Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dinilai rapuh, sementara implikasinya terhadap harga minyak serta inflasi global terus membayangi.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun 0,15 persen atau 0,91 poin ke level 612,59. Penurunan sempat terpangkas di tengah sesi setelah muncul laporan bahwa Israel dan Lebanon berpotensi membuka negosiasi langsung, sebagaimana dilaporkan Reuters  Jumat 10 April 2026 dini hari WIB.

Namun, tekanan jual tetap mendominasi. Bursa utama di kawasan bergerak serempak ke zona merah. Indeks DAX Jerman merosot 1,14 persen atau 273,64 poin menjadi 23.806,99. CAC 40 Prancis terkoreksi 0,22 persen atau 18,07 poin ke posisi 8.245,80. Sementara itu, FTSE 100 Inggris melemah tipis 0,05 persen atau 5,40 poin ke level 10.603,48.

Pada sesi sebelumnya, pasar sempat euforia. Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyetujui gencatan senjata selama dua pekan memicu harapan bahwa distribusi minyak dan gas melalui Selat Hormuz—urat nadi perdagangan energi global—akan kembali normal.

Akan tetapi, euforia tersebut tidak bertahan lama. Realitas di lapangan berkata lain. Israel dilaporkan masih melanjutkan operasi militernya di Lebanon, sementara Iran belum mencabut blokade hampir total di Selat Hormuz. Situasi ini kembali memantik kecemasan akan dampak ekonomi dari konflik yang berkepanjangan.

Analis City Index, Fiona Cincotta, menilai lonjakan sebelumnya terlalu agresif untuk sebuah gencatan senjata yang bersifat sementara. Menurutnya, perhatian utama pasar tetap tertuju pada akses dan stabilitas di Selat Hormuz. Selama jalur vital itu belum sepenuhnya terbuka, risiko ekonomi tetap tinggi dan investor cenderung mengambil posisi defensif.

Sejak eskalasi konflik pada Februari, pasar Eropa terus berada dalam tekanan. Ketergantungan kawasan terhadap impor energi—khususnya minyak—menjadi faktor kerentanan utama.

Dari sisi sektoral, saham industri menjadi beban terbesar dengan penurunan 0,5 persen. Raksasa teknologi dan manufaktur seperti Siemens turun 2,1 persen, sementara Airbus terperosok 2,5 persen.

Tekanan juga merembet ke sektor perjalanan, perbankan, dan teknologi, yang sebelumnya mencatat penguatan signifikan. Saham teknologi menjadi sorotan negatif, seiring pelemahan yang terjadi di Wall Street. Raksasa perangkat lunak Jerman, SAP, bahkan anjlok 6,8 persen—menyentuh level terendah sejak Januari 2024.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.