Logo
>

Bursa Saham dan Mata Uang Asia Terdorong Optimisme Global

Indeks saham regional melaju mendekati rekor tertinggi setelah Trump melunakkan nada terhadap Uni Eropa dan menepis kemungkinan mengambil Greenland

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Bursa Saham dan Mata Uang Asia Terdorong Optimisme Global
Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Bursa saham dan mata uang pasar berkembang di Asia bergerak menguat menjelang penutupan sesi perdagangan Kamis 22 Januari 2026, Kemarin. Terdorong oleh sentimen positif dari perubahan sikap Presiden AS Donald Trump terhadap ancaman tarif dan Greenland. Hal ini menghidupkan kembali minat investor terhadap aset berisiko.

    Indeks saham regional melaju mendekati rekor tertinggi setelah Trump melunakkan nada terhadap Uni Eropa dan menepis kemungkinan mengambil Greenland dengan kekuatan militer. Laporan Reuters menyebutkan, hingga menjelang pukul 16:00 WIB, indeks MSCI saham emerging market Asia melonjak 0,7 persen. Di Korea Selatan, indeks KOSPI mencatat rekor penutupan tertinggi, sementara TAIEX Taiwan berakhir hanya beberapa poin di bawah level puncak sepanjang masa. Seperti dinukil reuters di Jakarta, Jumat 23 Januari 2026.

    Penguatan kawasan Asia Timur sejalan dengan meredanya ketegangan geopolitik, yang memberi ruang bagi pasar untuk kembali mengoptimalkan peluang dari sektor kecerdasan buatan (AI). Pemulihan paling signifikan tercatat di pasar semikonduktor Korea Selatan dan Taiwan, yang sebelumnya telah menunjukkan momentum positif, kata Rajat Agarwal, ahli strategi ekuitas Asia di Socit Gnrale. “Selain faktor dolar AS, meningkatnya kepercayaan terhadap belanja AI global dan permintaan dari pemimpin industri turut menopang pasar,” ujarnya seperti dikutip Reuters.

    Di Asia Tenggara, indeks saham juga menunjukkan performa menguat. STI Singapura dan IHSG Indonesia terus bergerak mendekati rekor tertinggi yang sempat dicapai awal bulan ini. Saham KLCI Malaysia naik tipis, sementara ringgit stabil setelah Bank Negara Malaysia mempertahankan suku bunga acuannya dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi yang solid tahun ini.

    Nilai tukar regional juga menguat. Rupiah Indonesia melanjutkan penguatan, menjauh dari level terendah sepanjang masa, seiring Bank Indonesia menahan suku bunga dan menegaskan upaya stabilisasi mata uang pada Rabu. Ringgit diperdagangkan di 4,0420 per dolar AS, sementara saham Kuala Lumpur naik 0,6 persen, mendekati level tertinggi tujuh tahun. Mata uang ini, termasuk yang terkuat di Asia, meningkat hampir 0,5 persen sepanjang bulan ini setelah melonjak 9 persen sepanjang 2025.

    Pertumbuhan ekonomi yang kokoh dan kinerja perdagangan yang mencetak rekor tahun lalu menegaskan fundamental ekonomi Malaysia yang solid, sekaligus mengurangi tekanan terhadap bank sentral untuk menurunkan suku bunga. BNM mempertahankan overnight policy rate di 2,75 persen sesuai ekspektasi dan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2025 berada di batas atas kisaran perkiraannya.

    “Penahanan suku bunga ini sudah luas diantisipasi. Tidak ada perubahan besar dalam retorika kebijakan, yang tetap mempertahankan sikap tepat dan suportif, pandangan inflasi jinak, serta pengakuan atas risiko pertumbuhan ke atas maupun ke bawah,” kata ekonom ANZ Krystal Tan.(*)

    Pergerakan indeks saham dan mata uang Asia (pukul 07:30 GMT)

    NegaraPerubahan Mata Uang HarianPerubahan Mata Uang YTDIndeks SahamPerubahan Saham HarianPerubahan Saham YTD
    Jepang-0,35-1,36N2251,76,65
    China0,020,36SSEC0,143,87
    India0,11-1,88NSEI0,37-3,36
    Indonesia0,27-1,27JCI0,344,56
    Malaysia0,070,37KLCI0,512,05
    Filipina0,16-0,57PSEI1,085,71
    Korea Selatan-0,22-2,01KOSPI0,8717,52
    Singapura0,030,14STI0,333,86
    Taiwan0,07-0,53TAIEX1,609,61
    Thailand-0,510,29SETI-0,693,87

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Pramirvan Datu

    Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.