KABARBURSA.COM – Pada sesi penutupan perdagangan Selasa sore, 25 November 2025, harga saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 2,69 persen ke level 8.575. Pergerakan ini bukan hanya penguatan biasa, tetapi didorong oleh kombinasi volume baru, penetrasi MA20, dan perubahan struktur transaksi yang jauh lebih aktif dibandingkan sesi-sesi sebelumnya.
Sejak awal perdagangan kemarin, ICBP bergerak stabil di area 8.450, tanpa tekanan jual yang signifikan. Harga tidak pernah menyentuh level yang lebih rendah dari pembukaan, yang artinya buyer benar-benar menjaga area dasar sejak menit awal.
Penguatan mulai terbentuk ketika harga naik ke 8.600 dan mencetak level tertinggi harian. Pergerakan ini memperlihatkan demand yang jauh lebih besar dibandingkan beberapa pekan terakhir.
Jika dilihat dari grafik harian, candlestick pada hari ini menjadi salah satu candle recovery terbesar setelah periode penurunan panjang sejak Agustus lalu. Selain mampu menembus MA20, candlestick hari ini juga membentuk struktur bullish dengan ekor bawah yang tipis, yang menandakan minimnya tekanan jual sepanjang sesi.
Orderbook pada penutupan juga menegaskan perubahan ritme tersebut. Total bid berada di 136.260 lot, jauh lebih besar dibanding offer di 90.894 lot. Ketebalan bid ini tidak hanya muncul pada level bawah, tetapi juga di rentang harga yang dekat dengan penutupan.
Misalnya, di 8.575 terdapat 2.081 lot di sisi bid, sementara offer di 8.600 dijejali 5.259 lot. Struktur tersebut menggambarkan bahwa pelaku pasar agresif menyerap tekanan jual yang muncul ketika harga menyentuh resistance minor.
Broker Ritel Banyak Serok di Area ini
Sementara itu, buyer juga terlihat aktif mengunci posisi di 8.500 dan 8.525. Dua level yang sepanjang hari menjadi zona stabilisasi harga.
Broker summary memperlihatkan pola yang semakin menarik. Ajaib Sekuritas (AK) memimpin pembelian dengan nilai 46,2 miliar pada rata-rata 8.524. Diikuti Ciptadana Sekuritas (KZ) sebanyak 39,1 miliar dan BCA Sekuritas (BK) 24,2 miliar.
Ketiga broker ini dikenal sebagai kanal besar untuk aliran dana ritel dan institusi domestik yang cenderung oportunistik dalam memanfaatkan fase bottoming.
Namun yang lebih mencolok adalah tekanan jual dari Mirae Asset Sekuritas (YP) yang melepas 89,5 miliar pada rata-rata 8.546. Artinya, ada distribusi yang cukup besar dari pelaku tertentu ketika harga naik mendekati area resistance minor.
Meski demikian, serapan dari sisi beli masih lebih kuat dibanding tekanan jualnya, terutama di fase pertengahan hingga akhir sesi. Fakta bahwa pembeli utama berada pada rata-rata di bawah harga penutupan, memperlihatkan bahwa sebagian besar aksi beli hari ini terjadi sebelum harga mencapai level tertinggi harian.
Asing Masuk Saat Fase Awal Recovery
Dari aktivitas asing, ICBP mencatat net buy cukup besar, yakni 109,14 miliar. Foreign buy mencapai 139,34 miliar sedangkan foreign sell hanya 30,20 miliar. Proporsi beli asing sebesar 27,48 persen dari total nilai transaksi menjadi salah satu yang paling tinggi dalam sebulan terakhir.
Jika dibandingkan dengan dominasi domestik yang masih mencapai 72,52 persen, pola ini menunjukkan bahwa minat asing mulai kembali masuk pada fase awal recovery harga. Dari sisi volume, asing membeli 16,34 juta saham dan menjual 3,54 juta saham.
Kesenjangan volume sebesar ini jarang terlihat dalam fase downtrend ICBP sejak September.
Grafik harian memperlihatkan bahwa ICBP sudah memasuki pola stabilisasi harga sejak awal November, tetapi baru hari ini muncul candle yang cukup kuat untuk membentuk potensi reversal jangka pendek.
Ketika harga mulai menahan penurunan di area 8.350–8.400, buyer perlahan mulai memanfaatkan momentum dan membawa harga kembali ke atas MA20 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Oktober.
Pergerakan hari ini memperlihatkan ciri khas yang biasanya muncul saat sebuah saham meninggalkan fase bottoming, yaitu volume meningkat, buyer lebih agresif, asing masuk dalam porsi signifikan, dan tekanan jual dapat diserap secara stabil.
Meski demikian, arah selanjutnya masih sepenuhnya bergantung pada kemampuan harga bertahan di atas 8.500. Jika level ini terjaga, ICBP berpotensi melanjutkan fase recovery menuju 8.875. Namun jika tekanan jual muncul kembali di zona 8.600–8.650, harga berisiko kembali masuk ke pola sideways sempit seperti dua pekan terakhir.
Sejauh ini, struktur transaksi hari ini memberikan sinyal awal bahwa ICBP sedang meninggalkan fase pelemahannya, meskipun konfirmasi penuh masih membutuhkan keberlanjutan aliran demand dalam dua hingga tiga sesi ke depan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.