KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) pada perdagangan intraday Rabu, 11 Maret 2026, menunjukkan penguatan yang cukup signifikan dengan kenaikan dua digit.
Hingga sesi perdagangan berjalan, saham CBRE tercatat berada di level 875 atau naik sekitar 100 poin setara 12,90 persen dibandingkan harga penutupan sebelumnya di level 775.
Sepanjang sesi perdagangan, saham CBRE dibuka di level 800 dan sempat bergerak mencapai harga tertinggi di 965 sebelum kembali terkoreksi terbatas. Harga terendah intraday tercatat berada di level 780, sementara rata-rata transaksi berada di kisaran 888.
Aktivitas perdagangan menunjukkan nilai transaksi sekitar Rp66,1 miliar dengan volume mencapai sekitar 745 ribu lot dan frekuensi transaksi sekitar 938 kali.
Dari sisi struktur antrian perdagangan, data orderbook memperlihatkan adanya tekanan permintaan yang relatif kuat pada beberapa level harga di bawah pasar. Lapisan bid terbesar terlihat berada pada area 850 hingga 860, dengan antrian pembelian mencapai puluhan ribu lot.
Sementara itu, antrian penawaran terlihat lebih tipis pada kisaran harga 875 hingga 900.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun harga telah mengalami kenaikan yang cukup tajam dalam sesi perdagangan hari ini, minat beli masih terlihat pada beberapa level harga yang lebih rendah. Struktur bid yang relatif tebal di bawah harga pasar sering kali mencerminkan upaya penyerapan saham oleh pelaku pasar setelah fase kenaikan.
Analisis Teknikal CBRE
Dari sisi indikator teknikal, gambaran pergerakan saham CBRE menunjukkan sinyal yang cenderung campuran antara momentum kenaikan dan potensi konsolidasi jangka pendek. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di kisaran 51,6 yang menunjukkan kondisi netral, tidak berada pada zona jenuh beli maupun jenuh jual.
Indikator Stochastic menunjukkan sinyal jual dengan nilai sekitar 38,5, sementara indikator Stochastic RSI berada pada area jenuh beli. Kondisi tersebut biasanya muncul ketika harga telah mengalami kenaikan relatif cepat dalam periode singkat sehingga memicu potensi penyesuaian harga dalam jangka pendek.
Sementara itu, indikator MACD masih menunjukkan sinyal jual, yang mengindikasikan bahwa momentum tren jangka menengah belum sepenuhnya berubah ke arah kenaikan. Namun indikator lain seperti Williams %R dan Commodity Channel Index (CCI) memberikan sinyal beli, menunjukkan adanya momentum permintaan yang masih bertahan dalam pergerakan harga saat ini.
Dari sisi tren harga, indikator rata-rata pergerakan atau moving average memperlihatkan struktur yang relatif positif pada horizon jangka pendek. Rata-rata pergerakan MA5, MA10, dan MA20 menunjukkan sinyal beli, mencerminkan bahwa harga saat ini berada di atas rata-rata pergerakan jangka pendek.
Namun pada horizon yang lebih panjang, indikator MA50 masih memberikan sinyal jual, menunjukkan bahwa tren jangka menengah saham ini masih berada dalam fase penyesuaian setelah periode pergerakan sebelumnya.
Harga di Level Tertinggi
Data pivot point juga menunjukkan posisi harga saat ini telah bergerak cukup jauh di atas titik keseimbangan pasar. Pivot utama berada di level 785, sementara resistance pertama berada di kisaran 810 dan resistance kedua di sekitar 845.
Dengan posisi harga yang telah berada di atas kedua level resistance tersebut, pergerakan saham CBRE menunjukkan momentum kenaikan intraday yang cukup kuat. Area 870 hingga 875 saat ini menjadi zona yang mulai mendekati resistance lanjutan dalam struktur pivot.
Di sisi bawah, area 845 hingga 810 kini berfungsi sebagai zona support jangka pendek apabila terjadi penyesuaian harga dalam sesi perdagangan berikutnya.
Secara keseluruhan, struktur intraday saham CBRE menunjukkan kombinasi antara momentum kenaikan yang cukup kuat dengan potensi konsolidasi jangka pendek setelah lonjakan harga dua digit dalam satu sesi perdagangan.
Aktivitas perdagangan yang meningkat serta struktur permintaan yang relatif tebal pada beberapa level harga menunjukkan bahwa saham ini masih berada dalam radar perhatian pelaku pasar.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.