KABARBURSA.COM – PT Chandra Daya Investasi Tbk, berkode saham CDIA, akan membagikan dividen interim sebesar Rp1,34 per saham. Dana yang digunakan untuk pembagian dividen ini berasal dari laba berseih semester pertama 2025.
Diketahui, laba bersih semester I 2025 melonjak lebih dari 300 persen secara tahunan. Dividen tentu saja tidak menguras kas, melainkan refleksi dari kinerja yang memang sedang kuat. Namun karena interim, nominalnya relatif kecil dan lebih berfungsi sebagai sinyal disiplin manajemen dalam berbagi laba, bukan sebagai sumber yield besar jangka pendek.
Bagi investor, ada dua hal yang perlu disiapkan sejak awal. Pertama adalah pemahaman jadwal dividen, karena hak dividen tidak ditentukan oleh tanggal pembayaran, melainkan oleh tanggal pencatatan kepemilikan saham.
Kedua adalah ekspektasi realistis terhadap pergerakan harga, karena saham yang membagikan dividen hampir selalu mengalami penyesuaian harga setelah ex dividen.
Untuk investor baru yang ingin mendapatkan dividen CDIA, kuncinya ada pada tanggal cum dividen. Di pasar reguler dan negosiasi, cum dividen jatuh pada 9 Januari 2026. Itu berarti, investor harus sudah membeli dan tercatat sebagai pemegang saham paling lambat pada tanggal tersebut.
Jika membeli pada atau setelah 12 Januari 2026, saham sudah berstatus ex dividen dan hak dividen tidak lagi melekat.
Secara praktis, investor ritel yang bertransaksi di pasar reguler idealnya masuk sebelum atau pada 9 Januari 2026, dengan catatan transaksi settle sesuai ketentuan bursa. Jika target murninya adalah dividen, maka membeli mendekati tanggal cum dividen sudah cukup. Namun, strategi ini memiliki konsekuensi yang perlu disadari.
Setelah ex dividen, harga saham secara teori akan terkoreksi setara nilai dividen yang dibagikan. Dengan dividen Rp1,34, koreksi nominal memang terlihat kecil, tetapi secara psikologis pasar sering merespons lebih besar, terutama jika sebelumnya terjadi aksi beli spekulatif menjelang cum date.
Investor baru perlu siap dengan potensi penurunan harga jangka pendek setelah 12 Januari, meskipun fundamental jangka menengah tetap solid.
Bagi investor yang tidak hanya mengejar dividen, tetapi juga melihat cerita fundamental CDIA, waktu masuk justru bisa lebih fleksibel. Dividen interim ini mempertegas bahwa CDIA memiliki arus laba yang kuat dan keberanian manajemen untuk berbagi hasil.
Dalam konteks seperti ini, sebagian investor justru memilih menunggu koreksi pasca ex dividen untuk mendapatkan harga yang lebih efisien, ketimbang membeli saat sentimen dividen sedang ramai.
Singkatnya, jika tujuan investor baru adalah sekadar memperoleh dividen interim, maka masuk sebelum 9 Januari 2026 adalah syarat mutlak. Namun jika tujuannya adalah membangun posisi yang lebih rasional secara valuasi, maka fase setelah ex dividen sering kali menjadi momen yang lebih menarik untuk diamati.
Dividen CDIA adalah bonus, tetapi keputusan masuk tetap sebaiknya bertumpu pada kombinasi jadwal, harga, dan keyakinan terhadap kinerja perseroan ke depan.
Berikut jadwal lengkap dividen CDIA:
- Cum dividen pasar regular dan negosiasi: 9 Januari 2026
- Ex dividen pasar regular dan negosiasi: 12 Januari 2026
- Cum dividen pasar tunai: 13 Januaro 2026
- Ex dividen pasar tunai: 14 Januari 2026
- Recording date: 13 Januari 2026
- Tanggal pembayaran dividen: 29 Januari 2026.(*)