KABARBURSA.COM - Pada perdagangan Kamis, 20 November 2025, pergerakan pasar modal Indonesia kembali menunjukkan dinamika tajam meski IHSG ditutup menguat tipis di level 8.419,92 atau naik 13,34 poin setara 0,16 persen.
Di tengah penguatan indeks, sejumlah saham justru tertekan cukup dalam dan masuk dalam daftar 10 top losers hari ini, dipimpin oleh saham-saham berkapitalisasi kecil hingga menengah yang mengalami aksi jual signifikan sepanjang sesi perdagangan.
Indokripto Koin Sakti Tbk (COIN) tercatat berada di posisi teratas daftar penurunan dengan melemah 120 poin atau 3,35 persen ke level 3.460. Tekanan jual pada COIN terjadi bersamaan dengan maraknya profit taking di saham-saham berbasis digital. Sejalan dengan COIN, saham Buana Finance Tbk (BBLD) juga tertekan setelah turun 30 poin atau 3,31 persen ke 875 di tengah nilai transaksi yang terbatas.
Penurunan serupa turut membayangi Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) yang melemah 5 poin atau 3,31 persen ke level 146, dengan nilai perdagangan tercatat sebesar 2,48 miliar. Saham pertambangan Darma Henwa Tbk (DEWA) juga masuk dalam daftar top losers, turun 14 poin atau 3,29 persen ke 412, terimbas tekanan jual lanjutan yang muncul di sektor komoditas.
Ketrosden Triasmita Tbk (KETR) menyusul dengan koreksi 16 poin atau 3,27 persen ke level 474. Selanjutnya, Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) turun 12 poin atau 3,26 persen ke 356. Lemahnya minat beli investor membuat DWGL kembali bergerak di zona negatif. Dari sektor kesehatan, Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) ikut terseret turun 8 poin atau 3,17 persen ke 244 seiring rendahnya volume pembelian hari ini.
Saham teknologi Indointernet Tbk (EDGE) juga berada dalam tekanan setelah terkoreksi 140 poin atau 3,12 persen ke 4.340, sementara Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP) turun 1 poin atau 3,12 persen ke level 31 dengan nilai transaksi sekitar 1,27 miliar. Kombinasi aksi ambil untung dan minimnya sentimen positif harian membuat saham-saham tersebut bergerak di zona merah sepanjang perdagangan.
Secara keseluruhan, nilai transaksi di seluruh pasar mencapai 18,72 triliun dengan total volume 371,23 juta lot dan frekuensi 2,27 juta kali. Meskipun IHSG mampu mempertahankan penguatan tipis, tekanan pada kelompok saham berkapitalisasi menengah dan kecil masih mendominasi aktivitas perdagangan, menjadikan daftar top losers hari ini diwarnai koreksi merata dari berbagai sektor.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.