Logo
>

Jeffrey Hendrik Resmi Pimpin BEI, ini Rekam Jejak Karier Profesionalnya

Simak rekam jejak karier, terobosan kebijakan pasar modal, dan visi kepemimpinannya di Bursa Efek Indonesia.

Ditulis oleh Syahrianto
Jeffrey Hendrik Resmi Pimpin BEI, ini Rekam Jejak Karier Profesionalnya
Pjs Dirut BEI Jeffrey Hendrik di Pressroom media Gedung BEI, Jakarta Kamis, 4 Juni 2026. (Foto: Kabarbursa.com/Desty Luthfiani)

KABARBURSA.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030 pada Kamis, 18 Juni 2026. Penetapan ini dilakukan setelah Jeffrey lulus dalam penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).

Pengesahan jabatan akan diresmikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2026. Sebelum ditetapkan sebagai pejabat definitif, Jeffrey menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI sejak Februari 2026.

Jeffrey bukanlah sosok baru di BEI. Ia telah menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI sejak 29 Juni 2022. 

Rekam Jejak dan Riwayat Karier Jeffrey Hendrik

Jeffrey Hendrik mengawali karier profesionalnya di PT Zone Pratama pada 1994 hingga 1996. Ia kemudian bergabung dengan PT Transpacific Securindo (1996–1999) dengan fokus pada bidang corporate finance.

Karier manajerialnya menonjol saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas selama 23 tahun, yakni sejak 1999 hingga 2022. 

Di bawah kepemimpinannya, perusahaan bertransformasi menjadi salah satu broker yang sukses melakukan penetrasi pasar ritel melalui digitalisasi layanan keuangan.

Pada 29 Juni 2022, Jeffrey diangkat sebagai Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). 

Ia kemudian mengemban tanggung jawab sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI sejak 12 Februari 2026, menyusul pengunduran diri Iman Rachman.

Sebelum menduduki pucuk pimpinan bursa, Jeffrey telah terlibat aktif dalam berbagai komite kebijakan. Ia tercatat sebagai Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI (2019–2020), pengurus Departemen Perdagangan Efek di Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) (2020–2022), serta anggota Gugus Tugas Keuangan Berkelanjutan OJK sejak 2021. 

Pengalamannya di berbagai level ini menjadikannya figur yang memahami kompleksitas antara regulasi otoritas dan kebutuhan praktisi pasar.

Fokus Kebijakan dan Reformasi Pasar Modal

Sepanjang masa jabatannya sebagai Direktur Pengembangan (2022–2026) hingga menjabat sebagai Pjs Direktur Utama, Jeffrey telah menginisiasi sejumlah kebijakan kunci. 

Salah satu yang paling menonjol adalah respons bursa terhadap tekanan indeks global.

Jeffrey memimpin langkah strategis untuk memperkuat transparansi, termasuk rencana penerbitan daftar saham dengan pemegang saham terkonsentrasi (High Shareholding Concentration List) dan pengungkapan pemegang saham di atas 1 persen. 

Kebijakan ini mengacu pada praktik di bursa global seperti Hong Kong dan India, dengan tujuan meningkatkan kualitas free float dan likuiditas saham di Indonesia.

Di tengah spekulasi terkait posisi Indonesia di indeks global, Jeffrey secara konsisten membangun dialog intensif dengan penyedia indeks seperti MSCI dan FTSE. 

Ia menegaskan komitmen BEI untuk mempercepat reformasi integritas pasar modal melalui penyediaan data investor yang lebih granular dan implementasi Peraturan Nomor I-A tentang pencatatan saham yang mensyaratkan peningkatan free float menjadi 15 persen.

Agenda Kepemimpinan 2026–2030

Dalam masa kepemimpinan definitifnya ke depan, Jeffrey memikul tanggung jawab besar untuk membawa BEI menuju era baru yang lebih kompetitif. Fokus utamanya mencakup peningkatan jumlah emiten melalui Initial Public Offering (IPO), diversifikasi instrumen investasi, serta penguatan ketahanan pasar terhadap volatilitas makroekonomi.

Adapun susunan direksi BEI periode 2026–2030 yang akan disahkan pada RUPST 29 Juni mendatang terdiri dari:

Direktur Utama: Jeffrey Hendrik

Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Yulianto Aji Sadono

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Abdul Munim

Direktur Pengembangan: Iding Pardi

Direktur Keuangan, SDM, dan Umum: Umi Kulsum

Jeffrey, lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti (1995), kini dihadapkan pada mandat untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat posisi pasar modal Indonesia sebagai pilar utama ekonomi nasional yang transparan dan berintegritas.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.