KABARBURSA.COM - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mendapat fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk senilai Rp5 triliun pada Selasa, 30 Desember 2025.
Director & Corporate Secretary DEWA, Mukson Arif Rosyidi mengatakan peminjaman tersebut dibagi menjadi dua yakni kredit investasi dan kredit modal kerja.
Mukson menyebut fasilitas kredit investasi senilai Rp3,3 triliun yang dibagi menjadi dua porsi. Pertama, Rp2,14 triliun untuk pembiayaan kembali atas fasilitas eksisting, kemudian Rp1,24 triliun untuk pembiayaan pembelian mesin dan alat berat atau alat pendukung lainnya.
"Jangka waktu fasilitas kredit investasi selama lima tahun sejak penandatanganan perjanjian kredit," ujar dia dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.
Sementara untuk kredit modal kerja mendapat guyuran sebesar Rp1,6 triliun untuk pembiayaan Kembali fasilitas kredit modal kerja eksisting dan modal kerja Perseroan.
Adapun jangka waktu fasilitas kredit modal kerja selama dua tahun sejak penandatanganan perjanjian kredit.
Mukson menegaskan fasilitas pinjaman yang diterima akan menambah kewajiban DEWA, namun juga akan berdampak positif bagi likuiditas Perseroan karena akan mendukung pembiayaan operasional Perseroan yang berdampak pada kinerja keuangan.
"Fasilitas pinjaman yang diterima akan berdampak pada peningkatan produktivitas operasional Perseroan," ungkap dia.
Selain itu, fasilitas pinjaman yang diterima diklaim akan berdampak pada semakin baiknya kelangsungan usaha Perseroan
"Peristiwa, informasi, atau fakta material tersebut tidak mempunyai dampak material terhadap hukum," pungkasnya.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.