Logo
>

DEWA Pangkas Subkontraktor, Ada Apa di Balik Strategi ini?

Manajemen Darma Henwa memaparkan pergeseran model operasional ke armada internal dalam Public Expose 2025.

Ditulis oleh Syahrianto
DEWA Pangkas Subkontraktor, Ada Apa di Balik Strategi ini?
Strategi ini dipaparkan manajemen dalam Public Expose tahun buku 2025 sebagai bagian dari upaya efisiensi biaya dan penguatan fleksibilitas operasional. (Foto: Dok. Darma Henwa)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mulai menggeser model operasionalnya dengan mengurangi ketergantungan pada subkontraktor dan meningkatkan penggunaan armada milik sendiri. Strategi ini dipaparkan manajemen dalam Public Expose tahun buku 2025 sebagai bagian dari upaya efisiensi biaya dan penguatan fleksibilitas operasional.

    Manajemen Darma Henwa menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas internal berdampak langsung pada struktur biaya. 

    “Produk yang dikerjakan secara internal biaya per unit BCM akan semakin kecil. Dengan demikian, risiko munculnya kenaikan biaya akan semakin kecil,” ujar manajemen dalam sesi tanya jawab Public Expose, dikutip dari paparan resmi perseroan, Rabu, 31 Desember 2025.

    Dalam paparannya, perseroan menjelaskan bahwa pengurangan subkontraktor dilakukan seiring bertambahnya armada internal yang dioperasikan sendiri. Langkah ini ditujukan untuk menekan fixed cost serta meningkatkan kendali terhadap biaya produksi, khususnya pada proyek-proyek tambang yang membutuhkan fleksibilitas volume kerja.

    Manajemen juga menekankan bahwa penggunaan armada internal memberi ruang penyesuaian kapasitas ketika terjadi perubahan volume produksi. Dengan struktur tersebut, perseroan dapat menurunkan atau menaikkan tingkat operasi tanpa menimbulkan tekanan biaya tetap yang berlebihan.

    DEWA menyebutkan bahwa strategi ini telah dievaluasi berdasarkan kebutuhan proyek dan profil risiko operasional. Armada milik sendiri diprioritaskan untuk proyek dengan visibilitas volume kerja yang memadai, sehingga utilisasi alat berat tetap terjaga dan efisiensi biaya dapat tercapai.

    Seiring pergeseran model operasi tersebut, perseroan juga menyesuaikan belanja modal. Capex diarahkan secara selektif untuk mendukung peningkatan kapasitas internal, terutama penambahan alat berat yang langsung berkaitan dengan proyek berjalan, tanpa ekspansi spekulatif.

    Manajemen menegaskan bahwa perubahan komposisi operasional ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah perseroan untuk menjaga stabilitas kinerja dan margin. 

    Dengan struktur biaya yang lebih terkendali, DEWA menargetkan pertumbuhan operasional yang berkelanjutan sejalan dengan kapasitas internal yang dimiliki. (*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.