Logo
>

Dibuka Hijau ke Level 7.148, IHSG Kuat Meski Asing Terus Jual Saham

IHSG rebound ke level 7.148 meski asing masih mencatat net sell Rp1,78 triliun, dengan sektor industri dan infrastruktur jadi penopang utama.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Dibuka Hijau ke Level 7.148, IHSG Kuat Meski Asing Terus Jual Saham
Ilustrasi papan pantau saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com.

KABARBURSA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 8 April 2026 dengan kenaikan 177,62 poin atau 2,55 persen ke level 7.148,65.

Penguatan ini mencerminkan rebound pasar setelah sebelumnya mengalami tekanan jual, meskipun investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp754,26 miliar dengan volume 11,44 juta lot dan frekuensi 60,76 ribu kali transaksi.

Aktivitas investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp1,78 triliun, dengan nilai jual mencapai Rp5,49 triliun dan beli Rp3,71 triliun di seluruh pasar.

Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor yang berada di zona hijau. Sektor basic industry memimpin kenaikan sebesar 3,50 persen, diikuti sektor industrial naik 2,78 persen dan infrastruktur 2,71 persen.

Sektor keuangan juga menguat 2,00 persen, sementara sektor energi naik 0,97 persen. Adapun sektor teknologi mencatatkan kenaikan 1,43 persen dan sektor transportasi naik 1,89 persen. Kenaikan lebih moderat terjadi pada sektor kesehatan sebesar 0,19 persen serta sektor non-cyclical 1,12 persen.

Dari jajaran saham, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang bergerak di sektor pertambangan nikel menjadi top gainer setelah melonjak 600 poin atau 21,43 persen ke level 3.400.

Disusul PT Arthavest Tbk (ARTA) dari sektor investasi yang naik 510 poin atau 17,35 persen ke harga 3.450. PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) di sektor otomotif juga menguat 23 poin atau 15,23 persen ke level 174.

Selanjutnya, PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) yang bergerak di sektor manufaktur peralatan pengecatan naik 11 poin atau 10,00 persen ke level 121.

Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dari sektor energi terbarukan menguat 400 poin atau 8,60 persen ke level 5.050.

Di sisi lain, tekanan terjadi pada beberapa saham. PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) di sektor plastik turun 9 poin atau 8,49 persen ke level 97.

PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) dari sektor perdagangan minyak sawit melemah 24 poin atau 8,45 persen ke harga 260. PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) yang bergerak di sektor properti dan perhotelan turun 36 poin atau 7,20 persen ke level 464.

Kemudian, PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) mengalami penurunan 90 poin atau 7,03 persen ke harga 1.190. PT Elnusa Tbk (ELSA) dari sektor jasa energi juga melemah 50 poin atau 6,99 persen ke level 665.

Meski IHSG menunjukkan penguatan pada awal perdagangan hari ini, tekanan jual asing masih menjadi perhatian pelaku pasar. Hal ini mengindikasikan bahwa sentimen global dan faktor eksternal masih mempengaruhi pergerakan indeks.

Sementara itu, MNC Sekuritas dalam riset hariannya menyebutkan IHSG sebelumnya sempat terkoreksi 0,26 persen ke level 6.971 dan masih berada dalam fase rawan koreksi.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A, sehingga berpotensi melemah ke area 6.745 hingga 6.849.

Namun, dalam skenario terbaik, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 7.323 hingga 7.450 dengan level support di 6.917 dan 6.846 serta resistance di 7.207 dan 7.302.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".