KABARBURSA.COM – Sejumlah komisaris dan direksi PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) terpantau menambah kepemilikan saham perserodan pada 6 Mei 2026. Transaksi dilakukan di harga Rp499 per saham dengan tujuan investasi.
Merujuk keterbukaan informasi keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo membeli 12 juta saham AKRA. Setelah pembeleian itu, kepemilikan Haryanto naik menjadi 224,60 juta saham dari sebelumnya 212,60 juta saham.
Masih dari jajaran manajemen, Direktur Jimmy Tandyo juga melakukan pembelian sebanyak 12 juta saham. Kepemilikannya naik menjadi 58 juta saham atau setara 0,289 persen hak suara dari sebelumnya 46 juta saham.
Direktur Mery Sofi turut menambah kepemilikan sebanyak 12 juta saham AKRA. Setelah transaksi, jumlah saham yang dimiliki meningkat menjadi 20,30 juta saham dari sebelumnya 8,30 juta saham.
Direktur Bambang Soetiono turut membeli 6 juta saham AKRA sehingga kepemilikannya bertambah menjadi 13,78 juta saham dari sebelumnya 7,78 juta saham.
Direktur lainnya, Nery Polim, membeli 3,6 juta saham sehingga total kepemilikannya menjadi 6,56 juta saham dari sebelumnya 2,96 juta saham.
Sementara Direktur Termurti Tiban membeli 2,4 juta saham AKRA dan meningkatkan kepemilikan menjadi 4,05 juta saham.
Direktur Vembu Suresh juga menambah kepemilikan sebanyak 2,4 juta saham. Dengan transaksi tersebut, jumlah saham yang dimiliki meningkat menjadi 5,21 juta saham dari sebelumnya 2,81 juta saham.
Selain itu, Presiden Komisaris AKRA Soegiarto Adikoesoemo juga tercatat membeli 6 juta saham. Kepemilikannya meningkat menjadi 151,26 juta saham atau setara 0,75 persen hak suara.
Seluruh transaksi tersebut dilakukan pada 6 Mei 2026 dengan status kepemilikan tidak langsung dan tujuan investasi. Harga pembelian seluruh transaksi tercatat di level Rp499 per saham.
Meski diselimuti aksi pembelian, saham AKRA ditutup melemah hingga 2,60 persen atau menurun 40 poin ke level Rp1.500. (*)