Logo
>

TINS Mentok ARB, Nyaris 300 Ribu Lot Antre di 3.490!

Saham PT Timah Tbk ditutup ambles 14,88 persen dengan tekanan distribusi besar dan orderbook dipenuhi antrean jual.

Ditulis oleh Syahrianto
TINS Mentok ARB, Nyaris 300 Ribu Lot Antre di 3.490!
Saham TINS ditutup ARB dengan antrean jual besar di level 3.490 pada perdagangan Jumat. (Foto: Dok. Timah)

KABARBURSA.COM – Saham PT Timah Tbk (TINS) ditutup ambruk hingga menyentuh auto rejection bawah (ARB) pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Tekanan jual terjadi hampir sepanjang sesi hingga membuat antrean offer menumpuk besar dari level ARB sampai area 5.100.

Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com hingga pukul 16.00 WIB, saham TINS ditutup di level 3.490 atau turun 610 poin setara 14,88 persen dibanding penutupan sebelumnya di 4.100. Level tersebut sekaligus menjadi batas ARB saham TINS pada perdagangan hari itu.

Sepanjang perdagangan, saham emiten pelat merah sektor timah tersebut dibuka di level 4.100 dan sempat menyentuh harga tertinggi 4.130 sebelum terus bergerak turun hingga menyentuh level terendah 3.490.

Nilai transaksi saham TINS mencapai Rp736,6 miliar dengan volume perdagangan sebesar 2,01 juta lot dan frekuensi transaksi sebanyak 41.775 kali. Rata-rata harga perdagangan berada di level 3.668.

Tekanan jual paling besar terlihat di level ARB 3.490. Hingga penutupan perdagangan, antrean offer di harga tersebut mencapai 242.408 lot tanpa antrean bid yang terlihat di sisi pembeli.

Total antrean jual di orderbook mencapai 496.664 lot dengan frekuensi 3.182 kali. Seluruh lapisan orderbook didominasi sisi offer, sementara sisi bid kosong di seluruh level harga yang tampil pada layar perdagangan.

Di atas level ARB, antrean jual mulai muncul di harga 3.500 sebanyak 1.660 lot, harga 3.510 sebesar 1.293 lot, dan harga 3.520 sebanyak 3.648 lot. Offer lain terlihat di harga 3.530 sebesar 2.924 lot dan 3.540 sebanyak 2.831 lot.

Pada rentang 3.550 hingga 3.590, tekanan distribusi masih berlanjut. Antrean jual di harga 3.550 mencapai 3.741 lot, harga 3.560 sebanyak 1.326 lot, harga 3.570 sebesar 4.283 lot, dan harga 3.580 sebanyak 744 lot.

Sementara itu, offer di harga 3.590 mencapai 1.946 lot dan harga 3.600 sebesar 4.332 lot. Lapisan jual lain juga muncul di harga 3.610 sebanyak 1.797 lot, harga 3.620 sebesar 678 lot, dan harga 3.630 mencapai 2.015 lot.

Tekanan jual cukup tebal tampak di area 3.640 dan 3.650. Pada harga 3.640 terdapat antrean 5.490 lot, sedangkan di harga 3.650 mencapai 26.271 lot, menjadi salah satu lapisan distribusi terbesar setelah antrean ARB.

Offer juga terlihat di harga 3.660 sebanyak 346 lot, harga 3.670 sebesar 641 lot, harga 3.680 sebanyak 172 lot, serta harga 3.690 mencapai 1.642 lot.

Memasuki area 3.700, antrean jual kembali meningkat. Offer di harga 3.700 mencapai 5.319 lot, harga 3.710 sebesar 2.520 lot, harga 3.720 sebanyak 642 lot, dan harga 3.730 sebesar 1.434 lot.

Di level 3.740 terdapat 1.769 lot dan harga 3.750 mencapai 5.883 lot. Sementara antrean di harga 3.760 sebanyak 491 lot dan harga 3.770 sebesar 469 lot.

Pada area 3.780 hingga 3.850, orderbook masih dipenuhi antrean jual bertahap. Offer di harga 3.780 sebesar 187 lot, harga 3.790 sebanyak 1.493 lot, harga 3.800 mencapai 4.586 lot, dan harga 3.850 sebanyak 1.501 lot.

Antrean distribusi juga masih tampak di area 3.880 hingga 4.030. Offer di harga 3.880 mencapai 1.121 lot, harga 3.890 sebesar 1.490 lot, harga 3.900 sebanyak 1.408 lot, harga 3.910 mencapai 1.499 lot, dan harga 4.000 sebesar 4.170 lot.

Sementara itu, di harga pembukaan 4.100 terdapat antrean jual 8.360 lot. Offer lain muncul di harga 4.130 sebesar 1.893 lot, harga 4.150 sebanyak 2.503 lot, dan harga 4.200 mencapai 5.863 lot.

Lapisan distribusi ternyata masih berlanjut hingga area atas orderbook. Di harga 4.220 terdapat antrean jual 1.335 lot, harga 4.230 sebanyak 2.916 lot, harga 4.240 mencapai 4.401 lot, dan harga 4.250 sebesar 4.122 lot.

Offer lain terlihat di harga 4.260 sebanyak 647 lot, harga 4.270 sebesar 506 lot, harga 4.280 mencapai 3.794 lot, serta harga 4.300 sebanyak 3.406 lot.

Tekanan jual juga tetap muncul di area 4.420 hingga 4.700. Antrean offer di harga 4.420 mencapai 191 lot, harga 4.430 sebanyak 279 lot, harga 4.440 sebesar 365 lot, dan harga 4.450 mencapai 1.888 lot.

Sementara di harga 4.480 terdapat 4.619 lot, harga 4.500 sebanyak 1.592 lot, harga 4.570 mencapai 3.307 lot, dan harga 4.700 sebesar 1.745 lot.

Pada lapisan lebih tinggi, distribusi besar terlihat di harga 4.900. Antrean jual di level tersebut mencapai 15.354 lot, menjadi salah satu lapisan offer terbesar di area atas orderbook.

Offer lain muncul di harga 4.720 sebanyak 745 lot, harga 4.800 sebesar 770 lot, harga 4.850 sebanyak 579 lot, harga 5.000 mencapai 1.973 lot, dan harga 5.125 sebesar 2.203 lot yang sekaligus menjadi batas ARA saham TINS.(*)

Ringkasan Perdagangan TINS, Jumat, 8 Mei 2026

KomponenData
Penutupan3.490
Perubahan-14,88 persen
Open4.100
High4.130
Low3.490
ARB3.490
ARA5.125
Nilai TransaksiRp736,6 miliar
Volume2,01 juta lot
Frekuensi41.775 kali
Average Price3.668
Total Offer496.664 lot
Total Frekuensi Offer3.182

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.