KABARBURSA.COM – Direktur Information Technology PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Sunarto, terpantau menambah kepemilikan saham.
Merujuk data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sunarto melakukan transaksi pada 4 Mei 2026 dengan membeli sebanyak 800 ribu saham di harga Rp4.445. Adapun, pembelian ini bertujuan untuk investasi.
Setelah transaksi tersebut, jumlah saham BMRI yang dimiliki Sunarto meningkat menjadi 1,8 juta dari sebelumnya yang sebanyak 1 juta saham. Kepemilikan hak suara ia juga naik dari 0,0001 persen menjadi 0,0002 persen.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa transaksi dilakukan dengan status kepemilikan tidak langsung. Dokumen tersebut juga menyebutkan jika transaksi saham yang dilakukan tidak berkaitan dengan pengendalian perusahaan.
Adapun pada perdagangan hari ini, Kamis, 7 Mei 2025, saham BMRI ditutup menguat 2,88 persen ke level Rp4.640. Mengutip data Stockbitm BMRI mulai bergerak pulih dalam jangka pendek.
Dalam sepekan terakhir, saham perbankan ini mencatatkan kenaikan 5,69 persen. Sementara dalam sebulan terakhir, BMRI menguat tipis 0,65 persen.
Meski mulai rebound dalam jangka pendek, performa saham BMRI secara menengah hingga panjang masih berada di zona koreksi. Dalam periode tiga bulan terakhir, saham BMRI tercatat turun 8,12 persen.
Tekanan juga masih terlihat pada periode enam bulan dan year to date (YTD). Saham BMRI masing-masing masih melemah 2,32 persen dalam enam bulan dan turun 9,02 persen sejak awal tahun 2026.
Sementara secara tahunan, saham BMRI masih mencatat penurunan 6,83 persen. Koreksi lebih dalam terlihat dalam horizon tiga tahun dengan pelemahan mencapai 10,34 persen.
Meski demikian, kinerja jangka panjang saham Bank Mandiri masih menunjukkan pertumbuhan positif. Dalam periode lima tahun, saham BMRI tercatat naik 52,76 persen. Adapun dalam horizon 10 tahun, saham BMRI telah menguat sekitar 91,34 persen. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.