Logo
>

Direktur Utama GULA Lepas Saham, Kepemilikan Kian Menyusut

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Andreas menjual sebanyak 26.320.000 saham dengan harga transaksi di kisaran Rp380

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Direktur Utama GULA Lepas Saham, Kepemilikan Kian Menyusut
Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia Foto: KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Direktur Utama sekaligus pengendali PT Aman Agrindo Tbk (GULA), Andreas Utomo tercatat telah melakukan penjualan saham GULA pada tanggal 13 Januari 2026.

    Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Andreas menjual sebanyak 26.320.000 saham dengan harga transaksi di kisaran Rp380. Disebutkan, transaksi diklasifikasikan sebagai penjualan saham biasa dan dilakukan dengan tujuan disvestasi.

    Adapun sebelum transaksi, yang bersangkutan tercatat memiliki 75.876.400 saham atau setara 7,09 persen. Namun setelah penjualan, saham Andreas di PT Aman Agrindo Tbk menurun drastis menjadi  49.556.400 saham dengan porsi kepemilikan menjadi 4,63 persen.

    Dalam dokumen tersebut juga ditegaskan bahwa transaksi dilakukan dengan status kepemilikan langsung, serta tidak mempengaruhi pengendalian atas Perseroan.

    Adapun pada perdagangan hari ini, Kamis, 15 Januari 2026, saham GULA dibuka menguat sebesar 1,08 persen atau 4 poin ke level 376. Namun pada penutupan sesi I, saham emiten perkebunan tebu ini melemah 0,54 persen atau 2 poin ke level 370.

    Dalam periode satu minggu terakhir, saham GULA terpantau menguat sebesar 29,37 persen, bergerak dari area 282 menuju kisaran 400. Penguatan berlanjut dalam periode satu bulan dengan kenaikan 35,04 persen.

    Namun demikian, dalam rentang waktu tiga bulan terakhir, saham GULA tercatat melemah 17,78 persen, namun secara enam bulan saham ini masih membukukan kenaikan 39,10 persen dari kisaran 232 menuju area 550.

    Secara year to date (YTD), saham GULA menguat 43,41 persen, sementara dalam periode satu tahun tercatat naik 12,12 persen. Adapun dalam horizon tiga tahun, saham GULA masih mengalami koreksi 2,63 persen, dengan harga historis tercatat sempat bergerak hingga 1.040. (*)
     

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Hutama Prayoga

    Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

    Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.